Mari Berkunjung ke Candi Jago Tumpang

Aku di Candi Jago, Tumpang
Patung Wisnu Wardahana yang sudah mepet dengan pemukiman
Di wilayah Kabupaten Malang banyak wisata sejarah, terutama candi-candi. Namun seluruh objek itu berada dalam pengawasan BP3 Trowulan. Sedang Kabupaten Malang hanya ketempatan saja wilayahnya. Tapi itu menjadi daya tarik sendiri menurut saya bidang pariwisata. Apalagi pada tahun depan, Kabupaten Malang mencanangkan Visit Kabupaten Malang 2013.Antara objek wisata dan regulasi harus digarap seiring dengan tujuan agar memudahkan wisatawan mendatangi lokasinya. Sebab tidak semua wisatawan berkantong tebal. Namun setidaknya jika sarana prasarananya sudah disiapkan, maka bisa mendukung kegiatan pariwisata itu, bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar objek wisata karena banyak yang datang. Keberadaan candi-candi bisa dijadikan jujugan untuk berwisata bersama keluarga atau teman. Menurut Suryadi, juru pelihara Candi Jago yang berada di Tumpang, Kabupaten Malang yang menjadi korwil juru peluhara candi Malang Raya, memang objek candi yang akses jalannya mudah menjadi pilihan wisatawan. Termasuk Candi Jago ini yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Tumpang. Setiap bulan, ada kunjungan 1.200 orang tamu baik dari wisatawan lokal maupun manca negara. Candi ini sudah dikepung dengan pemukiman padat penduduk. Sehingga jika melihat besarnya candi, harusnya lahannya perlu lebih yang ada sekarang. Tapi kanan kiri candi yang dibangun pada 1268 masehi atau pada tahun saka 1190 ini sudah diplot rumah rumah warga. Namun setidaknya, Suryadi terlihat sangat menjaga kebersihan dan keasrian candinya. Senang berlama-lama di tempat ini. Apalagi sang juru kunci ini juga banyak menceritakan soal sejarah candi yang memiliki banyak relief ini. Ketinggian candinya mencapai 10,5 meter. Di bagian atas candi ini ada semacam pintu, tapi disekitarnya sudah tidak ada tembok-temboknya. "Kalau ada pintunya, berarti itu menandakan sebuah ruangan dulunya. Di dalamnya ada patung Wisnu Wardhana," kisah pria berusia 52 tahun ini. Patung itu sudah dipindahkan di halaman candi. Patung tanpa kepala. Dari body-nya, nampaknya digambarkan wanita cantik rupawan mengenakan jarit panjang. Kadang-kadang saya ingin mengajak anak-anak melihat candi-candi dan menceritakannya.
 Candi Jago dibangun pada zaman Kerajaan Singosari yang didarmakan untuk Wisnu Wardhana. Saya membayangkan andai datang ke candi ini juga dilengkapi dengan brpsur tentangsejarah candi ini. Tapi saya yakin, kalau pak Suryadi selalu stand by di lokasi, dia juga tidak segan menceritakan banyak hal mengenai candi ini. Beberapa waktu lalu, di candi ini juga diadakan kegiatan kebudayaan. Ada pentas tari dengan menggunakan badan candi sebagai panggungnya. Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono dari Jogjakarta juga datang di acara ini.
Candi Jago Tumpang
Jika masih banyak waktu mengunjungi wilayah Malang timur, dari Candi Jago sebenarnya bisa mampir ke Candi Kidal. Candi Kidal bagus sekali. Tapi sayangnya, di kanan kiri candi ini banyak sekali peternakan ayam milik warga. Halaman sekitar Candi Kidal sangat asri sebagaimana Candi Jago. Tapi wisatawan yang ke Candi Kidal pasti tidak mau berlama-lama. Sebab bau tahi ayam membuat tidak tahan. Bagi wisatawan lokal yang tidak berkendaraan sendiri daninginke Candi Jago, bisa menumpang angkutan pedesaan dari Terminal Arjosari Kota Malang ke Tumpang. Bilang saja ngin turun ke Candi Jago. Dari jalan raya hanya berjalan sebentar untuksampai ke candi ini. (sylvianita widyawati)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini