Postingan

Lebaran 2026 Tanpa Ibu, Begini Rasanya

Gambar
Tahun ini Lebaran tanpa ibu karena telah meninggal pada 13 Maret 2026 lalu. Maka agenda kita jadi berubah meski tetap berkumpul di rumah ibu buat ngobrol sambil makan siang, Sabtu (21/3/2026). Suasana rumah ibu jadi sunyi dan sekarang dihuni adik kedua. Lebaran tahun lalu, ibu masih ikut unjung-unjung meski hanya duduk di mobil. Lebaran ini, badan saya juga gak enak. Jadi saya memutuskan tidak sholat Idul Fitri di masjid dekat rumah sambil menemani anak saya yang sedang sakit demam. Sepertinya badan saya belum fit beneran. "Ya wis tunggu aja di rumah," kata Paksu. Rachma, anak saya sudah beberapa hari sakit demam. Setelah kedua anak saya berangkat ke masjid diikuti Paksu, saya membuat teh manis hangat agar badan saya enakan. Entah relasinya apa. Tapi teh hangat bikin saya nyaman.  Setelah itu mulai bikin nasi juga memanaskan sayur dan bikin lauk. Adik ipar saya juga sudah membuat bakso. Saya bikin sayur labu siam dan telur petis. Sisa nasi saya bikin nasi goreng dua porsi den...

Ibuku Meninggal Dunia, 13 Maret 2026

Gambar
Ibuku, Niek Anah,83, meninggal dunia pada 13 Maret 2026 pukul 13.30 WIB di ICU RSI Aisyiah Malang. Ia hanya disana sekitar 2,5 jam. Saat saya mengurus surat dan obat di lantai 1, anak saya menelpon dari ICU jika ibu sudah tiada. Ia menangis. "Mbah meninggal, Bu," katanya sambil menangis. Mata saya sembab menahan luka. "Ibu..," kataku. Saya hanya bisa mengucapkan itu. Wajah ibu saya lihat tenang seperti tidur. Banyak orang berkomentar ibu meninggal dalam waktu istimewa. Saat hari Jumat di bulan Ramadhan. Ibu dimakamkan di makam Gading Kota Malang pukul 16.30 WIB. Lebih lambat dari rencana pukul 16.00 WIB. Perjuangannya sudah melemah melawan masa kritis tiga hari terakhir. Saya hanya bisa mendoakan ibu mendapat jalan terbaik. Saya ingat waktu Kamis (12/2/2026) saat membacakan doa-doa di kamar 205, saya menangis. Suara saya bergetar. Ibu di tempat tidurnya hanya seperti orang mengorok. Tensi tubuh dan gula terus turun. Lalu dipush lagi. Saya memandang sebag...

Hari Ketiga Jaga di RS, Ibu Melemah

Gambar
Saat ini hari ketiga saya menjaga ibu di RS, Kamis (12/3/2026). Gantian dengan adik saya yang sudah menjaga seminggu. Dirawatnya ibu di RS ini merupakan sesi kedua. Sebelumnya sudah pernah dirawat selama seminggu dan sehat. Tapi kemudian lemah lagi. Juga ada pengobatan untuk luka di badannya. Lukanya telah dibersihkan tapi nampaknya sudah menyebar bakterinya ke tubuhnya. Ibu saya makin lemah. Kata dokter, harusnya sudah masuk ICU. Tapi masih boleh di kamar rawat inap agar dekat keluarga. Lokasi kamar ibu juga dekat tempat para perawat bertugas. Tadi ada tiga dokter ke kamar dan menjelaskan kondisi ibu. Intinya melemah. Tangannya bengkak. Sehingga perlu dicari sisi lainnya untuk jarum infus. Setiap pagi sampai malam, selalu dilakukan pengecekan intensif oleh para perawat. Jika dokter dilakukan visitasi pada pagi hari. Kegiatan saya jaga di RS ya berjalan begitu saja. Biasanya pagi sampai sore, saya banyak di kamar. Baru keluar saat akan magrib. Saya sholat di masjid RS sekal...

Leader Logistik Ramadhan Tidak Boleh "Mleyot"

Gambar
Tercatat sudah empat kali ini selama puasa Ramadhan 2026, saya "mleyot" mempersiapkan logistik puasa. Pernah kesiangan bangun jam 05.00 WIB. Padahal saya sudah mempersiapkan masakan buat sahur. Kejadiannya pekan lalu. "Kita makan sop aja, Bu, buat sahurnya," kata anak saya. Karena sudah sepakat, malamnya saya memasak. Begitu juga nasinya. Harapannya, pas sahur tinggal memanaskan saja.  Harapan tinggal harapan. Pas bangun, saya tengok jam dinding. "Ha? Jam 5?" seruku kaget. Aku ke tiga kamar anakku. "Waduh, kesiangan sahurnya. Gimana ini?" kata saya pada mereka. Mereka menjawab ya sudah, Bu. "Untung aku semalam sudah makan mie dan membaca niat berpuasa sebelum tidur," kata Jasmine, anak kedua saya. Dua anak saya lainnya juga sudah pasrah, wkwkw. Begitulah.  Kalau jadi IRT (Ibu Rumah Tangga) dimana jadi leader logistik selama Ramadhan, maka tidak boleh "mleyot". Dalam hal ini harus selalu bersemangat dan siaga. Tapi ...

Seminggu di RS Nunggu Ibu Sakit

Gambar
foto/sylvianita widyawati Hari Terakhir di Rumah Sakit Kesehatan ibu saya sempat menurun karena jadi kurang suka makan. Matanya seperti kosong. Akhirnya pada Sabtu (14/2/2026), kami membawanya ke RS di Malang. Ini adalah RS kerjasama yankes Ibu. Selama tujuh hari ibu saya di RS. Selama ini, ibu lebih banyak di tempat tidur karena kakinya sudah lemah. Jadi agak susah membawanya naik mobil. Akhirnya perlak (Bahasa Jawa) atau alas plastiknya kami manfaatkan buat evakuasi dengan dibopong berempat.  Yaitu saya, anak saya dan dua adik saya. Petugas keamanan RS sigap membantu membawa ibu dengan brankar di IGD ketika saya utarakan kesulitan ibu tidak bisa mobilisasi. Kami ditanyai keluhannya apa, sakit apa dan riwayat sakitnya. Kami hanya menjawab ibu melemah karena enggan makan. Segera setelah itu ditangani. Cukup lama kami menunggu karena perlu diagnosis sakitnya apa sampai kemudian dapat kabar harus dirawat inap di RS. Rasanya lega. Tidak salah kami membawa ke RS. Tapi perke...

Hujan, Menikmati Jajan Jadul Putu

Gambar
Malang kembali diguyur hujan, Kamis (12/2/2026). Sore terdengar penjual putu lewat yang ditandai suara siulnya. Entah kenapa, kok pingin banget makan putu hangat dari penjual yang lewat. "Ma (Rachma, nama anak saya), tolong panggilkan bapak penjual putunya," kata saya pada si bungsu. Ia mengomentari kok tumben saya pingin jajan tradisional itu. Anak saya memanggil penjualnya dan saya mengambil piring di dapur. "Satu porsi berapa, Pak?" tanya Rachma. Bapak penjual menjelaskan harganya Rp 12 ribu. Setelah itu saya menyerahkan piring. Tak berapa lama, terdengar suara siulnya yang menandakan bahwa jajan pesanan saya sudah selesai. Anak saya mengambilkan. Setelah itu, kami mencoba makan jajan itu. Penjual putu itu tiap sore selalu lewat di perumahan saya. Tapi saya memang tidak selalu beli karena terkait selera ingin dan tidak. Jajan putunya berwarna hijau dan di bagian tengah ada gula merahnya. Saya biasanya minta taburan kelapanya disendirikan karena tidak ...

Menikmati Wisata Tanaka Waterfall, Serba Rp 5000

Gambar
Pertama kalinya wisata ke Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada pekan lalu. Saya memang sudah melihat postingan-postingan di medsos. Tapi belum mendapatkan bayangan seutuhnya. Saya kesana bareng paksu, anak dan keponakan. Jadi berempat berangkat naik mobil.  Kami memilih menggunakan maps setelah keluar dari jalibar Jl Ir Soekarno, Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat di Talangagung, Kepanjen, anak saya mulai memakai maps. Ternyata disana juga sudah banyak papan penunjuk ke arah Tanaka. Kali ini, suami yang dibalik kemudi mobil karena jalan ke arah Wonosari perlu manufer yang lihat. Anak saya mengemudi sejak dari rumah hingga Kepanjen. Karena berangkat pagi, kami bisa menikmati perjalanan ke desa yang berudara segar dan melihat keindahan Gunung Kawi. Setelah melewati berbagai belokan jalan, kami sampai di Desa Bangelan. Kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke parkiran di halaman balai dusun setempat. Disana ternyata juga disediakan ojek buat w...