Hujan, Menikmati Jajan Jadul Putu
Malang kembali diguyur hujan, Kamis (12/2/2026). Sore terdengar penjual putu lewat yang ditandai suara siulnya. Entah kenapa, kok pingin banget makan putu hangat dari penjual yang lewat. "Ma (Rachma, nama anak saya), tolong panggilkan bapak penjual putunya," kata saya pada si bungsu. Ia mengomentari kok tumben saya pingin jajan tradisional itu. Anak saya memanggil penjualnya dan saya mengambil piring di dapur. "Satu porsi berapa, Pak?" tanya Rachma. Bapak penjual menjelaskan harganya Rp 12 ribu. Setelah itu saya menyerahkan piring. Tak berapa lama, terdengar suara siulnya yang menandakan bahwa jajan pesanan saya sudah selesai. Anak saya mengambilkan. Setelah itu, kami mencoba makan jajan itu. Penjual putu itu tiap sore selalu lewat di perumahan saya. Tapi saya memang tidak selalu beli karena terkait selera ingin dan tidak. Jajan putunya berwarna hijau dan di bagian tengah ada gula merahnya. Saya biasanya minta taburan kelapanya disendirikan karena tidak ...