Postingan

Leader Logistik Ramadhan Tidak Boleh "Mleyot"

Gambar
Tercatat sudah empat kali ini selama puasa Ramadhan 2026, saya "mleyot" mempersiapkan logistik puasa. Pernah kesiangan bangun jam 05.00 WIB. Padahal saya sudah mempersiapkan masakan buat sahur. Kejadiannya pekan lalu. "Kita makan sop aja, Bu, buat sahurnya," kata anak saya. Karena sudah sepakat, malamnya saya memasak. Begitu juga nasinya. Harapannya, pas sahur tinggal memanaskan saja.  Harapan tinggal harapan. Pas bangun, saya tengok jam dinding. "Ha? Jam 5?" seruku kaget. Aku ke tiga kamar anakku. "Waduh, kesiangan sahurnya. Gimana ini?" kata saya pada mereka. Mereka menjawab ya sudah, Bu. "Untung aku semalam sudah makan mie dan membaca niat berpuasa sebelum tidur," kata Jasmine, anak kedua saya. Dua anak saya lainnya juga sudah pasrah, wkwkw. Begitulah.  Kalau jadi IRT (Ibu Rumah Tangga) dimana jadi leader logistik selama Ramadhan, maka tidak boleh "mleyot". Dalam hal ini harus selalu bersemangat dan siaga. Tapi ...

Seminggu di RS Nunggu Ibu Sakit

Gambar
foto/sylvianita widyawati Hari Terakhir di Rumah Sakit Kesehatan ibu saya sempat menurun karena jadi kurang suka makan. Matanya seperti kosong. Akhirnya pada Sabtu (14/2/2026), kami membawanya ke RS di Malang. Ini adalah RS kerjasama yankes Ibu. Selama tujuh hari ibu saya di RS. Selama ini, ibu lebih banyak di tempat tidur karena kakinya sudah lemah. Jadi agak susah membawanya naik mobil. Akhirnya perlak (Bahasa Jawa) atau alas plastiknya kami manfaatkan buat evakuasi dengan dibopong berempat.  Yaitu saya, anak saya dan dua adik saya. Petugas keamanan RS sigap membantu membawa ibu dengan brankar di IGD ketika saya utarakan kesulitan ibu tidak bisa mobilisasi. Kami ditanyai keluhannya apa, sakit apa dan riwayat sakitnya. Kami hanya menjawab ibu melemah karena enggan makan. Segera setelah itu ditangani. Cukup lama kami menunggu karena perlu diagnosis sakitnya apa sampai kemudian dapat kabar harus dirawat inap di RS. Rasanya lega. Tidak salah kami membawa ke RS. Tapi perke...

Hujan, Menikmati Jajan Jadul Putu

Gambar
Malang kembali diguyur hujan, Kamis (12/2/2026). Sore terdengar penjual putu lewat yang ditandai suara siulnya. Entah kenapa, kok pingin banget makan putu hangat dari penjual yang lewat. "Ma (Rachma, nama anak saya), tolong panggilkan bapak penjual putunya," kata saya pada si bungsu. Ia mengomentari kok tumben saya pingin jajan tradisional itu. Anak saya memanggil penjualnya dan saya mengambil piring di dapur. "Satu porsi berapa, Pak?" tanya Rachma. Bapak penjual menjelaskan harganya Rp 12 ribu. Setelah itu saya menyerahkan piring. Tak berapa lama, terdengar suara siulnya yang menandakan bahwa jajan pesanan saya sudah selesai. Anak saya mengambilkan. Setelah itu, kami mencoba makan jajan itu. Penjual putu itu tiap sore selalu lewat di perumahan saya. Tapi saya memang tidak selalu beli karena terkait selera ingin dan tidak. Jajan putunya berwarna hijau dan di bagian tengah ada gula merahnya. Saya biasanya minta taburan kelapanya disendirikan karena tidak ...

Menikmati Wisata Tanaka Waterfall, Serba Rp 5000

Gambar
Pertama kalinya wisata ke Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada pekan lalu. Saya memang sudah melihat postingan-postingan di medsos. Tapi belum mendapatkan bayangan seutuhnya. Saya kesana bareng paksu, anak dan keponakan. Jadi berempat berangkat naik mobil.  Kami memilih menggunakan maps setelah keluar dari jalibar Jl Ir Soekarno, Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat di Talangagung, Kepanjen, anak saya mulai memakai maps. Ternyata disana juga sudah banyak papan penunjuk ke arah Tanaka. Kali ini, suami yang dibalik kemudi mobil karena jalan ke arah Wonosari perlu manufer yang lihat. Anak saya mengemudi sejak dari rumah hingga Kepanjen. Karena berangkat pagi, kami bisa menikmati perjalanan ke desa yang berudara segar dan melihat keindahan Gunung Kawi. Setelah melewati berbagai belokan jalan, kami sampai di Desa Bangelan. Kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke parkiran di halaman balai dusun setempat. Disana ternyata juga disediakan ojek buat w...

Sakit Itu Biar Istirahat

Gambar
Alhamdullilah, saya jarang sakit yang berat. Tapi memang pernah sakit ringan seperti flu dan batuk. Tapi hal itu juga tidak bisa disepelekan karena  menyerangkan jiwa dan raga. Bikin lesu dan tidak semangat. Tiga hari terakhir, saya merasa tidak sehat. Tapi sebagai ibu, entah curhat kemana. Paling bilang ke anak, badanku kok gak enak, yo? Tapi responsnya ya biasa. Ke suami, ya biasa. Awalnya ini dari kondisi badan tidak enak, lalu kena diare. Lemas dan tidak semangat. Saya memutuskan istirahat saja di rumah. Tapi istirahatnya ya sambil mengerjakan lain-lain. Lalu tiduran lagi. Lalu ngerjain lain-lain. Tidur lagi. Begitu. Dampaknya malah mata kiriku kayak "sepet" kurang tidur. Sampai aku beri kapas campur air dan aku tempelkan di mata kiri. Tapi ya tidak mempan. "Oh..ini pikiran pasti," kataku. Dalam kondisi itu, kok kaki kananku kayak njarem. Entah awalnya bagaimana. Mungkin apa pas tiduran di sofa? Tiba-tiba sakit saja. Jadi kalau dipakai jalan kayak ikut narik jug...

Ke Coban Putri Batu, Lihat Canyonering

Gambar
Jika ingin jalan-jalan ke coban, tapi tak perlu effort lebih, bisa datang ke Coban Putri di Kota Batu foto/sylvianita widyawati Lokasinya berada di Desa Oro-Oro Ombo. Saya dan keluarga kesana dua pekan lalu setelah mencari info di medsos terkait medannya. Tapi bagi warga Batu, mungkin ke coban ini sambil olga jalan kaki baru terasa effortnya. Kami berangkat dari Malang dengan menggunakan mobil ke coban itu. Tiketnya Rp 10 ribu per orang dan biaya parkir Rp 10 ribu untuk mobil. Dari parkiran mobil ternyata sangat dekat dengan coban. Tahu-tahun sampai aja, wkwkw. Senang sih karena cepat sampai. Saat itu suasana di coban sedang ramai dengan kegiatan outing melibatkan puluhan orang. Jadi kami sebagai pengunjung juga bingung mau kemana. Akhirnya nongkrong di taman depan coban sambil melihat conyonering. Ini adalah kegiatan turun dari tebing yang dilewati air coban. Sekitar coban memang tebing. Proses turunnya memakai tali. Kami akhirnya melihat aksi itu. Kelihatan seru dan menan...

Napak Tilas Mengunjungi Wisata Air Sumber 7 di Tumpang Setelah 14 Tahun

Gambar
Pergi ke wisata air Sumber 7 di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang adalah perjalan paling niat, Sabyu (27/12/2025). Saya mengajak Paksu karena bisa sambil olga jalan kaki serta bisa diantar kesana. Dari rumah di Sawojajar Malang, kami niatnya berangkat jam 07.00 WIB. Tapi dengan keruwetan dikit, akhirnya berangkat jam 07.30 WIB. Kenapa saya semangat banget ke Sumber 7?  Karena ini saya anggap perjalanan napak tilas. Pada 2011, saya dan teman-teman wartawan pernah kesana. Waktu itu, ada informasi jika sumber airnya akan dimanfaatkan PDAM. Karena hal baru, kita kepo ingin melihat sumber air itu. Berangkatnya ya pakai outfit saat itu. Saya pakai celana dan jaket jins serta sepatu fantovel. Tidak ada bayangan bagaimana jauhnya sumber air itu. Saat itu kita berempat datang ke desa itu. Akhirnya sampai di dekat balai desa setempat. Ndilalah kok ketemu sekdes waktu itu dan diantarkan. Jauh poll dan tak terbaya...