Hari Ketiga Jaga di RS, Ibu Melemah

Saat ini hari ketiga saya menjaga ibu di RS, Kamis (12/3/2026). Gantian dengan adik saya yang sudah menjaga seminggu. Dirawatnya ibu di RS ini merupakan sesi kedua. Sebelumnya sudah pernah dirawat selama seminggu dan sehat. Tapi kemudian lemah lagi. Juga ada pengobatan untuk luka di badannya. Lukanya telah dibersihkan tapi nampaknya sudah menyebar bakterinya ke tubuhnya.

Ibu saya makin lemah. Kata dokter, harusnya sudah masuk ICU. Tapi masih boleh di kamar rawat inap agar dekat keluarga. Lokasi kamar ibu juga dekat tempat para perawat bertugas. Tadi ada tiga dokter ke kamar dan menjelaskan kondisi ibu. Intinya melemah. Tangannya bengkak. Sehingga perlu dicari sisi lainnya untuk jarum infus. Setiap pagi sampai malam, selalu dilakukan pengecekan intensif oleh para perawat. Jika dokter dilakukan visitasi pada pagi hari.

Kegiatan saya jaga di RS ya berjalan begitu saja. Biasanya pagi sampai sore, saya banyak di kamar. Baru keluar saat akan magrib. Saya sholat di masjid RS sekalian ikut pembagian nasi kotak buka puasa dan takjil. Setelah itu, saya bawa ke kamar buat makan buka puasa. Alhamdullilah, menunya enak-enak. Sedang buat makan sahur, saya membeli makan di luar. Langganan saya adalah ayam Hisana di JL Nusakambangan Kota Malang. 

Dari RS tidak jauh. Tinggal jalan kaki saja. Nasi ayam jadi pilihan karena praktis. Kebanyakan saya makan malam hari karena khawatir kebablasan waktu sahur. Tapi tiga hari ini jam buka sahur saya aman. Tapi saya tinggal makan roti dan minum air putih. Pernah makan sahur kastangel dan air putih. Pernah hanya pisang dan air putih. Pisang saya makan karena sekalian buat minum obat sakit gigi. Dengan begitu, sakit gigi saya tidak cenut-cenut selama puasa. 

Alhamdullilah, puasa juga lancar dan tidak pernah migren. Sampai saat ini tidak pernah batal karena sakit atau penyebab lain. Btw, doakan saja ibu saya membaik. Tapi realitanya saya agak pesimis karena kondisinya dibooster. Tapi aslinya sudah melemah sekali. Setiap kali ada perawat masuk cek tensi, gula, saya selalu khawatir karena memang naik turun. Begitulah kabar saya saat ini. Sylvianita Widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Perajin Kroso, Pahlawan Bagi Petani Kelengkeng