Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Ter Luca-Luca Berkat Drama Pendek AI di Tiktok

Gambar
Sejak dua pekan lalu, saya tiba-tiba menyukai tontonan drama pendek di TikTok. Perasaan saya mungkin sama dengan penonton lainnya. Tiba-tiba saya ter Luca-Luca dengan drama ini. Luca adalah tokoh utama di cerita ini. Lalu ada sosok Nora yang akhirnya menikah dengan Luca. Awalnya tidak sengaja mendapat dramanya. Tiba-tiba saja nongol di beranda TikTok saya. Sosok pemerannya seperti nyata. Padahal buatan AI. Akhirnya saya mendapatkan ceritanya secara menyeluruh meski sampai sekarang bakal ada kelanjutannya. Kisah fiksinya begitu mempesona. Sosok Luca digambarkan sebagai mafia ganteng, pesona bad boy, tapi ada sisi humanisnya. Ia seorang ayah yang sayang keluarga. Hadir dicerita itu sosok Leo, seorang anak laki-laki yang diasuh Luca. Nora digambarkan sosok cantik tapi gemuk dan baru ditendang suaminya. Tanpa bekal apapun, ia keluar rumah dalam kondisi hujan. Lalu ia menemukan pengumuman di sebuah tiang dimana ada pencarian ibu tiri. Ia tertarik datang untuk menyelamatkan hidupnya pasca be...

Pertama Kali di Stasiun Bekasi, Begini Rasanya

Gambar
Sejujurnya, saya tidak sempat riset bagaimana Stasiun Bekasi ketika melakukan perjalanan pertama kali kesana pada 22 Agustus 2026 lalu. Saya bertiga bersama pak suami dan si bungsu naik KA Majapahit. Anak bude menjemput kami di Stasiun Bekasi saat sampai disana. "Nanti naik eskalator dulu, baru turun lagi. Saya di tempat parkiran bawah," ujar Mas Yanto, anak bude lewat telepon. Begitu sampai, kami turun kereta dan naik ke lantai atas. Dalam hati saya, oh begini situasi di Stasiun Bekasi. Kami sempat menunggu di ruang tunggu atas karena pak suami ke toilet.  Suasana ruang tunggu saat itu sangat ramai.  "Perutku mules," kata dia. Sambil menunggu, saya melihat kesibukan di ruang tunggu, mendengar pemberangkatan kereta api dari suara petugas. Sibuk juga stasiun ini. Setelah itu, kami turun dan bertemu dengan anak bude di parkiran. Di dalam mobil, saya mengamati suasana Bekasi. Tujuan kami adalah rumah makan buat sarapan pagi. Secara umum, saya suka berada di daerah lain...

Bertiga Mbolang ke Bekasi, Bogor dan Jakarta

Gambar
Pak suami sudah janji pada budenya yang tinggal di Bekasi untuk dikunjungi. Akhirnya terwujud pada 21 Agustus 2026 lalu. Kami berangkat bertiga "mbolang" ke Bekasi, Bogor dan Jakarta". Kami bertiga yaitu saya, paksu dan si bungsu. Ia satu-satunya yang bisa diajak karena belum masuk kuliah. Sedang dua kakaknya harus kerja dan magang kerja. Perjalanan dimulai dari Kota Malang dengan naik KA Majapahit. Sebelum memutuskan naik KA, kami berdebat dulu. Karena paksu pingin naik bus, saya sudah ogah. Pengalaman perjalanan panjang Malang-Bali lalu membuat saya malas naik bus.  Bertiga mbolang ke Jakarta, Bekasi dan Bogor pada 21-25 Agustus 2026. Foto/sylvianita widyawati Terutama fasilitas kamar kecil. Perjalanan dengan bus menyenangkan. Tapi saya malas dengan kamar kecilnya yang bisa digunakan di jalan dengan goncangan-goncangan. Bahkan sampai terbentur, wkwk. Belum lagi baunya. Kalau di kereta api memang ada goncangan tapi kamar kecilnya agak luas dan bersih. Bahkan...

Olga Kembali ke Lapangan Rampal, Berakhir di Pasar Bunulrejo

Gambar
Akhirnya olahraga lagi ke Lapangan Rampal Malang pagi, Kamis (3/9/2026). Usai si bungsu berangkat PKKMB ke kampus pukul 05.30 WIB, saya putuskan segera bersih-bersih rumah, mandi dan naik ojek ke Rampal. Sebenarnya bisa saja olga jalan kaki di sekitar Sawojajar saja. Tapi saya jadi gak fokus harus kemana dulu. Kalau di Rampal, saya fokus olganya. Tadi bisa tiga putaran seperti biasa. Laku istirahat di bangku lapangan sambil melihat orang olga. Musim kemarau membuat Rampal agak "bledug". Rumput menguning. Dan jam 08.00 WIB, Rampal sudah terasa panas. Saya mulai olga jam 07.00 WIB. Masih ada semilir angin sedikit. Meski weekday, masih banyak yang olga. Jadi meski sendirian, saya tidak merasa sendiri karena banyak warga yang olahraga. Setelah selesai olga, saya putuskan jalan kaki ke Pasar Bunul. Niatnya nanti pulang naik Bus TransJatim (TJ). Tapi kok pingin sarapan sambil minum obat nyeri gigi. Saya mampir di warung pojokan beli nasi rawon dan teh hangat. Tapi makannya juga tid...

Perjalanan ke Sidoarjo, Mengantar Anak Magang

Gambar
Anak kedua saya akan menjalani kegiatan magang ke sebuah proyek pembangunan lapangan padel di Surabaya mulai Senin (10/8/2026) selama dua bulan. Kemarin Sabtu (8/8/2026), kita berangkat ke Sidoarjo. Anak saya memilih PP dari rumah ayahnya di Sidoarjo ke lokasi magang karena sementara masih susah kos. Sudah beberapa lokasi kos dicek. Awalnya dapat dan akan survei lokasi pada Sabtu. Tapi sudah keburu diisi orang lain. Calon bapak kosnya sudah chat dia dan menginfokan jika kamar kos yang tinggal satu itu terisi. Ya sudahlah. "Aku di rumah ayah saja. Lagian kalau pulang magang pasti bingung ngapain di kos an. Mending di ayah," kata anak saya. Meski jauh, ia memilih menjalani dulu sambil cari info kos. Ayahnya juga senang jika di rumahnya ada anaknya yang menemani. Selama ini, saya dan ayahnya tinggal berjauhan karena saya tinggal di Malang bersama anak-anak. Tapi tempat tinggal ayahnya jadi persinggahan ketika tiga anak saya menyelesaikan tugas/pendidikan. Anak pertama mengambil ...

Olga Sendiri di Lapangan Rampal, Tepis Kemageran

Gambar
Baru ini nekad olahraga (olga) sendiran di Lapangan Rampal, Minggu (2/8/2026). Paksu belum datang dari Sidoarjo. Si bungsu katanya mau ikut olga malah molor tidurnya. Semangat olga jalan kaki sendiri ini menepis kemageranku sendiri. Sudah dua minggu tidak olahraga. Mumpung sendirian, kok enak ya olganya. Tanpa intervensi Paksu yang biasanya ribet ke aku soal baju olga. Atau anak yang maunya ini itu. Setelah pekerjaan rumah selesai, jam 07.00 WIB, aku pesen gojek ke Rampal Rp 11 ribu. Mau bayar gopay, malah mencet tunai, wkwk. Untung drivernya baik. Aku disuruh bayar lewat tips aja. Oke..oke.  Sampai di pintu masuk lapangan, aku langsung jalan kaki. Hari ini hasilnya tiga putaran, ges. Seperti biasanya. Rampal hari ini ramai banget. Selain senam warga, juga ada kegiatan jalan santai dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia cabang Malang.  Kali ini karena sudah masuk musim kemarau, Rampal agak gerah. Biasanya kan pagi itu sejuk. Ini nggak. Tapi jadi lumayan berkeringat. Sambil olga...

Perjalanan Panjang Malang-Jogja

Gambar
Minggu lalu, kita sekeluarga ke Jogja, Sabtu (30/5/2026). Perjalanan panjang dimulai dari Malang pada Jumat malam (29/5/2026) ke Sidoarjo dulu, ke rumah Paksu. Awalnya mau langsung berangkat ke Jogja. Tapi akhirnya memilih istirahat dulu beberapa jam. Setelah sholat subuh, mandi, sekitar jam 05.00 WIB, kita berangkat naik mobil ke Jogja. Baru pertama kali ini kita berangkat pagi. Biasanya berangkat malam hari dengan naik bus dan sampai di Jogja pada pagi hari. Perjalanan pagi lebih enak. Udara sejuk dan kebetulan agak mendung. Kita lewat jalan tol yang kebetulan tidak terlalu ramai. Dengan kondisi ini, di dalam mobil juga enak. Akhirnya kita memutuskan istirahat di rest area Madiun buat sarapan pagi. Sebenarnya kita gambling saja pilih rumah makannya. Kebetulan pas lewat ada rumah makan yang memberikan informasi soal harga per menu. Dengan info itu membuat kita bisa mengukur keuangan. Anak-anak ingin makan pecel Madiun plus telur. Saya dan suami ingin sarapan dengan menu berkuah. Paksu...

Kok Tiba-Tiba Jadi Kangen Mbahku Ya...

Gambar
Tiba-tiba kangen almarhumah mbahku. Namanya almarhumah Lilik Kasiani. Mbahku sosok pendiam tapi perhatian. Dia juga strong. Meninggal di usia lebih dari 100 tahun setelah dimensia. Saya menemukan ia meninggal di kamarnya, di rumah ibu saya di Sawojajar Malang saat tidur. Mbah baru saja makan dan ingin tidur. Lalu ibu dan adik saya olahraga jalan kaki. Saya di rumah sendirian. Ketika saya ke kamarnya, ia seperti tidur biasa tapi sudah tidah bernafas. Kagetlah saya.  Saya menunggu ibu pulang karena zaman itu belum ada telepon seluler. Singkat cerita, almarhumah ibu saya dan bapak saya setelah menikah tinggal di rumah mbah di kawasan Oro-Oro Dowo Malang. Di rumah itu juga ada budeku dan anaknya. Saat saya akan lulus SMP, ayah saya dimutasi ke kantor Surabaya. Ibu saya akhirnya juga ikut mutasi mengikuti suami. Dua adik, nomer 3 dan 4 yang masih SD pindah juga.  Setelah itu, adik nomer 2 juga pindah ke SMA swasta setelah kenaikkan kelas 2. Saya bertahan di Malang bersama mbah. Bud...

Membuat Sambungan Kain Perca Mengisi Hari

Gambar
Beberapa saat ini lagi senang bikin sambungan-sambungan kain perca. Rencana sih bikin taplak meja pengganti dan lainnya. Sempat beberapa saat mangkrak karena lagi malas jahit menjahit kini timbul semangat lagi selain kegiatan rutinitas. Biasanya saya terpicu dengan potongan-potongan kain kecil lalu menjadi besar dan lebar. Makin menarik motif kain percanya, biasanya saya makin kerasan bermain kain dengan jahitan tangan itu. Entahlah, saya agak malas memakai mesin jahit akhir-akhir ini. Tapi pasti suatu hari akan main mesin jahit lagi karena siklus saya pasti terulang. Ini sedang senang kembali main jahit tangan saja. Beberapa karya baju juga masih mandeg meski ada yang tinggal memperbaiki kerah, lengan dan lainnya. Anak saya juga selalu tanya ibu mau bikin apa sih jahit melulu. Saya jawab ada rencana ini itu. Mereka hanya bilang oo. Setelah menyelesaikan kesibukan reguler, saya pasti mengerjakan jahitan tangan memakai kain perca ini. Seperti "memanggil" saya untuk...

Ini Pastel Kesukaan Saya

Gambar
Saya suka sekali dengan snack pastel. Biasanya yang mengena pertama kali itu kulitnya. Kalau kulitnya cruncy, saya biasanya senang. Singkat cerita, saya mendapatkan pastel kesukaan saya di mall, tepatnya di MOG. Waktu itu ketemunya tidak sengaja. Padahal kalau dingat-ingat, kedai pastel itu sepertinya sudah lama ada. Suatu hari, saya di mal itu pingin nyamil. Lalu saya belok saja ke kedai itu. Entah enak atau tidak, saya coba satu. Saya lupa beli ukuran kecil atau besar. Untuk ukuran besar harganya Rp 12 ribu dengan aneka cita rasa. Awalnya saya suka yang reguler. Enak juga. Terus beli lagi pas ada sisa tinggal kare. Saya beli itu saja. Akhirnya yang paling sering saya beli rasa kare. Isinya ya potongan daging, wortel dll. Selain di MOG, di Matos juga ada. Pokoknya, kalau saya bosen snack, saya langsung beli pastel plus es teh black tea original di Mixue Rp 10 ribu. Itu menu standar daripada bingung.  Biasanya pastel dimasukkan dalam kantong kertas dan saya bawa ke temp...

Saya, Mrs Masker

Gambar
Saya memakai masker sejak masa covid 19, terutama jika sedang di luar rumah. Dari masker harga mahal sampai sekarang satu dus Rp 21 ribu. Sampai sekarang saya selalu menggunakan masker jika di luar rumah. Awalnya ya karena keadaan. Tapi sekarang rasanya masih perlu dinormalisasi oleh saya sendiri. Pertama, setelah pasca covid, saya jadi terbiasa. Dari pemakaian nasker itu, saya merasa lebih nyaman terutama di luar rumah. Sebab saya tidak tahan bau rokok. Dengan memakai masker, saya jadi ada "penahan" tidak terkena langsung. Tapi apa benar, perlu riset juga. Saya khawatir dengan asap rokok itu membuat saya sakit kepala. Hal ini karena ada penolakan dalam diri saya, lalu spaneng dan jadi sakit kepala. Ini mungkin lebih ke penolakan defensif mental. Jadinya begini. Selain itu, debu juga jadi alasan lain. Apalagi saya kerap memakai angkutan umum. Anak nomer kedua saya juga begitu. Keluar rumah, langsung maskeran karena bersepeda motor. Alasan kedua saya karena merasa nyaman dan t...

Percakapan Tentang Uban

Gambar
Saat di salon, sang pemotong rambut (A) bertanya pada saya (B). Ia tiba-tiba membahas uban. A: Untuk seusia ibu, harusnya sudah ada ubannya. Bagaimana dengan teman-teman ibu? B: Wah, saya gak tahu. Teman-teman pakai hijab. Uban saya ada kok. Kadang saya cabut yang pendek-pendek 1-2 cm A: Oh ya, ada  (rambut saya dicek). B: Tapi saya gak tahu yang di bagian belakang. Gak bisa ngecek saya A: Gak ada kok, Bu. B: Uban saya ada di bagian atas kepala. Ini (saya tunjukkan). Kadang di rambut samping. Pendek-pendek. A: Memang ibu kelihatan tidak pernah pakai cat rambut. Cat rambut itu biasanya habis dicat, malah cepat muncul ubannya. B: Saya ya pernah dikira pakai cat rambut. Padahal cara pakainya aja gak tahu, hehehe. Saya kalau gabut emang suka cabut uban pendek-pendek. Paling sering ngecek di dekat telinga. A: Oh gitu. Akhirnya pemotongan rambut selesai. Terasa segar. Tahun ini usia saya 56 tahun. Uban ya ada pasti di rambut saya. Tapi saya juga pernah tidak perhatian. Tahunya pas difoto...

Akhirnya Me Time...

Gambar
Akhirnya saya bisa me time, Senin (4/5/2026). Caranya, saya potong rambut dan creambath di sebuah salon di Matos. Awalnya maju mundur berangkat karena kadang mager tiba-tiba. Akhirnya si bungsu yang butuh potong rambut ikutan ke salon. Rambutnya sudah panjang dan terlihat sumpek (dari wajahnya), wkwkw. Selain itu, ia pemilih salon. Maunya ke salon A, tapi kalau Senin kan libur. Lalu bingung ke salon lain dan berhitung biaya. Tiba-tiba ngajak ke Matos. "Wis, aku melok di salon ibu ae," kata dia.  Saya yang awalnya malas-malasan, jadi berangkat. Rambut saya juga sudah sumpek. Agak panjang dikit sudah bikin gak enak. Belum lagi poninya mulai panjang. Akhirnya kita berangkat naik bus Transjatim dari Sawojajar ke Matos. Biayanya murmer Rp 10 ribu berdua dan sudah ber AC. Sampai lokasi langsung daftar dan ditangani. Selain potong rambut, saya juga creambath. Saya selalu suka sesi creambath di salon ini. Dari beberapa salon, saya sreg disini. Penanganan tidak buru-buru. ...

Capeknya...

Gambar
Foto/sylvianita widyawati Bersih-bersih rumah Menurutku, dua pekan ini rasanya capek banget. Mungkin karena pekerjaan di rumah selalu ada. Sebenarnya suka-suka saja. Tapi karena tidak ada bantuan dari sekitar, jadi aku kerjakan sendiri. Lama-lama badanku pegal juga. Aku merasa istirahat juga tidak tuntas. Ada aja yang dipikirkan. Jadi penat. Aku masih cari solusinya bagaimana mengurangi penat ini. Apalagi hampir tiga minggu terakhir, fokusku ke dua rumah. Rumahku dan ibu. Karena adik sedang keluar kota, aku jadi sering ke rumah ibu buat bersih-bersih. Termasuk mengecat pagar dll. Mungkin ini juga yang bikin capek. Pikiranku hanya sayang kalau rumah ibu terlihat tidak bersih. Untung dibantu keponakan dan anak-anak. Rumah tua ibu kembali ke warna putih. Sebenarnya pingin ngotak atik lainnya. Tapi tenagaku terbatas. Jadi yang terjangkau saja. Aku malah pingin buat kebun di lahan yang tersisa. Mungkin di pot-pot dengan tanaman kebutuhan sehari-hari. Setelah lahannya aku bersihk...

Teman Bertanya, Kegiatan Pensiunan Apa Sih?

Gambar
Pekan lalu, saya bertemu teman saya. Dia satu angkatan di SMA. Kami bertemu saat ada undangan kegiatan komite sekolah. Karena saya sedang tidak sibuk, saya mau datang. Apalagi dia juga mau datang. Saya kalau sendirian juga bakal ngah ngoh. Tidak semua saya kenali. Sebab selain alumni juga ada perwakilan orangtua/walimurid. Saat saya masih bekerja, ikut kegiatan seperti ini pasti terlewati karena kurang waktu luang.  Teman saya bertanya, apa sih kesibukan atau kegiatan saya selama pensiun. Bulan ini, saya sudah pensiun setahun dua bulan. Kegiatan saya seperti biasa sebagai IRT. "Hanya minus kegiatan tidak bekerja saja," ceritaku pada dia. Jawabanku tidak memuaskan dia. Padahal sudah saya jawab jujur lho. "Jadi IRT itu banyak kegiatannya," kataku. Sejak bangun tidur sampai mau tidur, ada saja yang bisa dikerjakan. "Jadi aku ya gak kangen juga bekerja di luar," jawabku.  Saya menjelaskan tidak lagi kangen kegiatan meliput sebagai jurnalis karena saya sudah ta...

Lebaran 2026 Tanpa Ibu, Begini Rasanya

Gambar
Tahun ini Lebaran tanpa ibu karena telah meninggal pada 13 Maret 2026 lalu. Maka agenda kita jadi berubah meski tetap berkumpul di rumah ibu buat ngobrol sambil makan siang, Sabtu (21/3/2026). Suasana rumah ibu jadi sunyi dan sekarang dihuni adik kedua. Lebaran tahun lalu, ibu masih ikut unjung-unjung meski hanya duduk di mobil. Lebaran ini, badan saya juga gak enak. Jadi saya memutuskan tidak sholat Idul Fitri di masjid dekat rumah sambil menemani anak saya yang sedang sakit demam. Sepertinya badan saya belum fit beneran. "Ya wis tunggu aja di rumah," kata Paksu. Rachma, anak saya sudah beberapa hari sakit demam. Setelah kedua anak saya berangkat ke masjid diikuti Paksu, saya membuat teh manis hangat agar badan saya enakan. Entah relasinya apa. Tapi teh hangat bikin saya nyaman.  Setelah itu mulai bikin nasi juga memanaskan sayur dan bikin lauk. Adik ipar saya juga sudah membuat bakso. Saya bikin sayur labu siam dan telur petis. Sisa nasi saya bikin nasi goreng dua porsi den...

Ibuku Meninggal Dunia, 13 Maret 2026

Gambar
Ibuku, Niek Anah,83, meninggal dunia pada 13 Maret 2026 pukul 13.30 WIB di ICU RSI Aisyiah Malang. Ia hanya disana sekitar 2,5 jam. Saat saya mengurus surat dan obat di lantai 1, anak saya menelpon dari ICU jika ibu sudah tiada. Ia menangis. "Mbah meninggal, Bu," katanya sambil menangis. Mata saya sembab menahan luka. "Ibu..," kataku. Saya hanya bisa mengucapkan itu. Wajah ibu saya lihat tenang seperti tidur. Banyak orang berkomentar ibu meninggal dalam waktu istimewa. Saat hari Jumat di bulan Ramadhan. Ibu dimakamkan di makam Gading Kota Malang pukul 16.30 WIB. Lebih lambat dari rencana pukul 16.00 WIB. Perjuangannya sudah melemah melawan masa kritis tiga hari terakhir. Saya hanya bisa mendoakan ibu mendapat jalan terbaik. Saya ingat waktu Kamis (12/2/2026) saat membacakan doa-doa di kamar 205, saya menangis. Suara saya bergetar. Ibu di tempat tidurnya hanya seperti orang mengorok. Tensi tubuh dan gula terus turun. Lalu dipush lagi. Saya memandang sebag...

Hari Ketiga Jaga di RS, Ibu Melemah

Gambar
Saat ini hari ketiga saya menjaga ibu di RS, Kamis (12/3/2026). Gantian dengan adik saya yang sudah menjaga seminggu. Dirawatnya ibu di RS ini merupakan sesi kedua. Sebelumnya sudah pernah dirawat selama seminggu dan sehat. Tapi kemudian lemah lagi. Juga ada pengobatan untuk luka di badannya. Lukanya telah dibersihkan tapi nampaknya sudah menyebar bakterinya ke tubuhnya. Ibu saya makin lemah. Kata dokter, harusnya sudah masuk ICU. Tapi masih boleh di kamar rawat inap agar dekat keluarga. Lokasi kamar ibu juga dekat tempat para perawat bertugas. Tadi ada tiga dokter ke kamar dan menjelaskan kondisi ibu. Intinya melemah. Tangannya bengkak. Sehingga perlu dicari sisi lainnya untuk jarum infus. Setiap pagi sampai malam, selalu dilakukan pengecekan intensif oleh para perawat. Jika dokter dilakukan visitasi pada pagi hari. Kegiatan saya jaga di RS ya berjalan begitu saja. Biasanya pagi sampai sore, saya banyak di kamar. Baru keluar saat akan magrib. Saya sholat di masjid RS sekal...

Leader Logistik Ramadhan Tidak Boleh "Mleyot"

Gambar
Tercatat sudah empat kali ini selama puasa Ramadhan 2026, saya "mleyot" mempersiapkan logistik puasa. Pernah kesiangan bangun jam 05.00 WIB. Padahal saya sudah mempersiapkan masakan buat sahur. Kejadiannya pekan lalu. "Kita makan sop aja, Bu, buat sahurnya," kata anak saya. Karena sudah sepakat, malamnya saya memasak. Begitu juga nasinya. Harapannya, pas sahur tinggal memanaskan saja.  Harapan tinggal harapan. Pas bangun, saya tengok jam dinding. "Ha? Jam 5?" seruku kaget. Aku ke tiga kamar anakku. "Waduh, kesiangan sahurnya. Gimana ini?" kata saya pada mereka. Mereka menjawab ya sudah, Bu. "Untung aku semalam sudah makan mie dan membaca niat berpuasa sebelum tidur," kata Jasmine, anak kedua saya. Dua anak saya lainnya juga sudah pasrah, wkwkw. Begitulah.  Kalau jadi IRT (Ibu Rumah Tangga) dimana jadi leader logistik selama Ramadhan, maka tidak boleh "mleyot". Dalam hal ini harus selalu bersemangat dan siaga. Tapi ...

Seminggu di RS Nunggu Ibu Sakit

Gambar
foto/sylvianita widyawati Hari Terakhir di Rumah Sakit Kesehatan ibu saya sempat menurun karena jadi kurang suka makan. Matanya seperti kosong. Akhirnya pada Sabtu (14/2/2026), kami membawanya ke RS di Malang. Ini adalah RS kerjasama yankes Ibu. Selama tujuh hari ibu saya di RS. Selama ini, ibu lebih banyak di tempat tidur karena kakinya sudah lemah. Jadi agak susah membawanya naik mobil. Akhirnya perlak (Bahasa Jawa) atau alas plastiknya kami manfaatkan buat evakuasi dengan dibopong berempat.  Yaitu saya, anak saya dan dua adik saya. Petugas keamanan RS sigap membantu membawa ibu dengan brankar di IGD ketika saya utarakan kesulitan ibu tidak bisa mobilisasi. Kami ditanyai keluhannya apa, sakit apa dan riwayat sakitnya. Kami hanya menjawab ibu melemah karena enggan makan. Segera setelah itu ditangani. Cukup lama kami menunggu karena perlu diagnosis sakitnya apa sampai kemudian dapat kabar harus dirawat inap di RS. Rasanya lega. Tidak salah kami membawa ke RS. Tapi perke...

Hujan, Menikmati Jajan Jadul Putu

Gambar
Malang kembali diguyur hujan, Kamis (12/2/2026). Sore terdengar penjual putu lewat yang ditandai suara siulnya. Entah kenapa, kok pingin banget makan putu hangat dari penjual yang lewat. "Ma (Rachma, nama anak saya), tolong panggilkan bapak penjual putunya," kata saya pada si bungsu. Ia mengomentari kok tumben saya pingin jajan tradisional itu. Anak saya memanggil penjualnya dan saya mengambil piring di dapur. "Satu porsi berapa, Pak?" tanya Rachma. Bapak penjual menjelaskan harganya Rp 12 ribu. Setelah itu saya menyerahkan piring. Tak berapa lama, terdengar suara siulnya yang menandakan bahwa jajan pesanan saya sudah selesai. Anak saya mengambilkan. Setelah itu, kami mencoba makan jajan itu. Penjual putu itu tiap sore selalu lewat di perumahan saya. Tapi saya memang tidak selalu beli karena terkait selera ingin dan tidak. Jajan putunya berwarna hijau dan di bagian tengah ada gula merahnya. Saya biasanya minta taburan kelapanya disendirikan karena tidak ...

Menikmati Wisata Tanaka Waterfall, Serba Rp 5000

Gambar
Pertama kalinya wisata ke Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada pekan lalu. Saya memang sudah melihat postingan-postingan di medsos. Tapi belum mendapatkan bayangan seutuhnya. Saya kesana bareng paksu, anak dan keponakan. Jadi berempat berangkat naik mobil.  Kami memilih menggunakan maps setelah keluar dari jalibar Jl Ir Soekarno, Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat di Talangagung, Kepanjen, anak saya mulai memakai maps. Ternyata disana juga sudah banyak papan penunjuk ke arah Tanaka. Kali ini, suami yang dibalik kemudi mobil karena jalan ke arah Wonosari perlu manufer yang lihat. Anak saya mengemudi sejak dari rumah hingga Kepanjen. Karena berangkat pagi, kami bisa menikmati perjalanan ke desa yang berudara segar dan melihat keindahan Gunung Kawi. Setelah melewati berbagai belokan jalan, kami sampai di Desa Bangelan. Kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke parkiran di halaman balai dusun setempat. Disana ternyata juga disediakan ojek buat w...

Sakit Itu Biar Istirahat

Gambar
Alhamdullilah, saya jarang sakit yang berat. Tapi memang pernah sakit ringan seperti flu dan batuk. Tapi hal itu juga tidak bisa disepelekan karena  menyerangkan jiwa dan raga. Bikin lesu dan tidak semangat. Tiga hari terakhir, saya merasa tidak sehat. Tapi sebagai ibu, entah curhat kemana. Paling bilang ke anak, badanku kok gak enak, yo? Tapi responsnya ya biasa. Ke suami, ya biasa. Awalnya ini dari kondisi badan tidak enak, lalu kena diare. Lemas dan tidak semangat. Saya memutuskan istirahat saja di rumah. Tapi istirahatnya ya sambil mengerjakan lain-lain. Lalu tiduran lagi. Lalu ngerjain lain-lain. Tidur lagi. Begitu. Dampaknya malah mata kiriku kayak "sepet" kurang tidur. Sampai aku beri kapas campur air dan aku tempelkan di mata kiri. Tapi ya tidak mempan. "Oh..ini pikiran pasti," kataku. Dalam kondisi itu, kok kaki kananku kayak njarem. Entah awalnya bagaimana. Mungkin apa pas tiduran di sofa? Tiba-tiba sakit saja. Jadi kalau dipakai jalan kayak ikut narik jug...