Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Beberapa Jam di Sidoarjo, Ngapain aja?

Gambar
Sesuai janji saya ke anak kedua, Jasmine, saya mengantar pulang ke Sidoarjo, Rabu malam (23/9/2026) naik mobil. Tadinya mau berangkat sore usai pulang kuliah, tapi tiba-tiba paksu bilang ada penugasan di Malang. Jadinya mau ikut balik ke Sidoarjo naik mobil. Sampai di rumah Malang, paksu saya mimta istirahat saja. Begitu "nggletak", suara ngoroknya terdengar. Yah pasti kelelehan itu. Saya akhirnya santai-santai di rumah karena masih berangkat malam. Usai sholat magrib, kami berangkat dan mampir makan malam di kedai soto. Perjalanan lancar dan sampai Sidoarjo jam 20.00 WIB. Akhirnya, saya bantu paksu bersih-bersih rumahnya dan saya tidur jam 23.00 WIB. Karena anak dan paksu tidak mau sarapan, saya santai di rumah tidak memasak. Saya putuskan beli lontong sayur ayam di perumahan sebelah. Setelah itu, saya bersih-bersih rumah dan santai lagi. Ya Allah, nikmatnya pensiunan ini, wkwkw. Sekitar jam 10.00 WIB, saya mandi dan mempersiapkan diri ke Stasiun Sidoarjo. Tapi akan mampir d...

Ter Luca-Luca Berkat Drama Pendek AI di Tiktok

Gambar
Sejak dua pekan lalu, saya tiba-tiba menyukai tontonan drama pendek di TikTok. Perasaan saya mungkin sama dengan penonton lainnya. Tiba-tiba saya ter Luca-Luca dengan drama ini. Luca adalah tokoh utama di cerita ini. Lalu ada sosok Nora yang akhirnya menikah dengan Luca. Awalnya tidak sengaja mendapat dramanya. Tiba-tiba saja nongol di beranda TikTok saya. Sosok pemerannya seperti nyata. Padahal buatan AI. Akhirnya saya mendapatkan ceritanya secara menyeluruh meski sampai sekarang bakal ada kelanjutannya. Kisah fiksinya begitu mempesona. Sosok Luca digambarkan sebagai mafia ganteng, pesona bad boy, tapi ada sisi humanisnya. Ia seorang ayah yang sayang keluarga. Hadir dicerita itu sosok Leo, seorang anak laki-laki yang diasuh Luca. Nora digambarkan sosok cantik tapi gemuk dan baru ditendang suaminya. Tanpa bekal apapun, ia keluar rumah dalam kondisi hujan. Lalu ia menemukan pengumuman di sebuah tiang dimana ada pencarian ibu tiri. Ia tertarik datang untuk menyelamatkan hidupnya pasca be...

Pertama Kali di Stasiun Bekasi, Begini Rasanya

Gambar
Sejujurnya, saya tidak sempat riset bagaimana Stasiun Bekasi ketika melakukan perjalanan pertama kali kesana pada 22 Agustus 2026 lalu. Saya bertiga bersama pak suami dan si bungsu naik KA Majapahit. Anak bude menjemput kami di Stasiun Bekasi saat sampai disana. "Nanti naik eskalator dulu, baru turun lagi. Saya di tempat parkiran bawah," ujar Mas Yanto, anak bude lewat telepon. Begitu sampai, kami turun kereta dan naik ke lantai atas. Dalam hati saya, oh begini situasi di Stasiun Bekasi. Kami sempat menunggu di ruang tunggu atas karena pak suami ke toilet.  Suasana ruang tunggu saat itu sangat ramai.  "Perutku mules," kata dia. Sambil menunggu, saya melihat kesibukan di ruang tunggu, mendengar pemberangkatan kereta api dari suara petugas. Sibuk juga stasiun ini. Setelah itu, kami turun dan bertemu dengan anak bude di parkiran. Di dalam mobil, saya mengamati suasana Bekasi. Tujuan kami adalah rumah makan buat sarapan pagi. Secara umum, saya suka berada di daerah lain...

Bertiga Mbolang ke Bekasi, Bogor dan Jakarta

Gambar
Pak suami sudah janji pada budenya yang tinggal di Bekasi untuk dikunjungi. Akhirnya terwujud pada 21 Agustus 2026 lalu. Kami berangkat bertiga "mbolang" ke Bekasi, Bogor dan Jakarta". Kami bertiga yaitu saya, paksu dan si bungsu. Ia satu-satunya yang bisa diajak karena belum masuk kuliah. Sedang dua kakaknya harus kerja dan magang kerja. Perjalanan dimulai dari Kota Malang dengan naik KA Majapahit. Sebelum memutuskan naik KA, kami berdebat dulu. Karena paksu pingin naik bus, saya sudah ogah. Pengalaman perjalanan panjang Malang-Bali lalu membuat saya malas naik bus.  Bertiga mbolang ke Jakarta, Bekasi dan Bogor pada 21-25 Agustus 2026. Foto/sylvianita widyawati Terutama fasilitas kamar kecil. Perjalanan dengan bus menyenangkan. Tapi saya malas dengan kamar kecilnya yang bisa digunakan di jalan dengan goncangan-goncangan. Bahkan sampai terbentur, wkwk. Belum lagi baunya. Kalau di kereta api memang ada goncangan tapi kamar kecilnya agak luas dan bersih. Bahkan...

Olga Kembali ke Lapangan Rampal, Berakhir di Pasar Bunulrejo

Gambar
Akhirnya olahraga lagi ke Lapangan Rampal Malang pagi, Kamis (3/9/2026). Usai si bungsu berangkat PKKMB ke kampus pukul 05.30 WIB, saya putuskan segera bersih-bersih rumah, mandi dan naik ojek ke Rampal. Sebenarnya bisa saja olga jalan kaki di sekitar Sawojajar saja. Tapi saya jadi gak fokus harus kemana dulu. Kalau di Rampal, saya fokus olganya. Tadi bisa tiga putaran seperti biasa. Laku istirahat di bangku lapangan sambil melihat orang olga. Musim kemarau membuat Rampal agak "bledug". Rumput menguning. Dan jam 08.00 WIB, Rampal sudah terasa panas. Saya mulai olga jam 07.00 WIB. Masih ada semilir angin sedikit. Meski weekday, masih banyak yang olga. Jadi meski sendirian, saya tidak merasa sendiri karena banyak warga yang olahraga. Setelah selesai olga, saya putuskan jalan kaki ke Pasar Bunul. Niatnya nanti pulang naik Bus TransJatim (TJ). Tapi kok pingin sarapan sambil minum obat nyeri gigi. Saya mampir di warung pojokan beli nasi rawon dan teh hangat. Tapi makannya juga tid...