Olga Kembali ke Lapangan Rampal, Berakhir di Pasar Bunulrejo
Akhirnya olahraga lagi ke Lapangan Rampal Malang pagi, Kamis (3/9/2026). Usai si bungsu berangkat PKKMB ke kampus pukul 05.30 WIB, saya putuskan segera bersih-bersih rumah, mandi dan naik ojek ke Rampal. Sebenarnya bisa saja olga jalan kaki di sekitar Sawojajar saja. Tapi saya jadi gak fokus harus kemana dulu. Kalau di Rampal, saya fokus olganya. Tadi bisa tiga putaran seperti biasa. Laku istirahat di bangku lapangan sambil melihat orang olga. Musim kemarau membuat Rampal agak "bledug". Rumput menguning. Dan jam 08.00 WIB, Rampal sudah terasa panas.
Saya mulai olga jam 07.00 WIB. Masih ada semilir angin sedikit. Meski weekday, masih banyak yang olga. Jadi meski sendirian, saya tidak merasa sendiri karena banyak warga yang olahraga. Setelah selesai olga, saya putuskan jalan kaki ke Pasar Bunul. Niatnya nanti pulang naik Bus TransJatim (TJ). Tapi kok pingin sarapan sambil minum obat nyeri gigi. Saya mampir di warung pojokan beli nasi rawon dan teh hangat. Tapi makannya juga tidak habis. Mungkin karena tidak terlalu lapar. Ada sisa separuh piring dengan daging rawon yang masih ada.
Saya lalu jalan-jalan ke dalam Pasar Bunul. Niatnya sambil nyari putih telur yang biasanya dijual pembuat lumpur kentang. Tapi saya tengok kok tidak ada. Mau beli lumpur, tapi kok antrian panjang. Udahlah, gak beli apa-apa. Hanya muter-muter saja karena stok bahan masakan di rumah masih banyak. Lalu saya cek di aplikasi kedatangan Bus TJ di Pasar Bunul ternyata masih jauh. Tadi saat makan ada Bus TJ lewat dua. Ya sudahlah. Saya putuskan naik ojek lagi pulang ke rumah. Pelajaran hari ini, jangan malas olga dengan menunda-menunda lain waktu.
Kebetulan si bungsu juga masuk pagi. Saya otomatis bangun pagi untuk mengantar dia ke kampus meski hanya sampai pintu pagar. Semoga besok bisa konsisten olga lagi. Sylvianita Widyawati
Komentar
Posting Komentar