Saya, Mrs Masker
Saya memakai masker sejak masa covid 19, terutama jika sedang di luar rumah. Dari masker harga mahal sampai sekarang satu dus Rp 21 ribu. Sampai sekarang saya selalu menggunakan masker jika di luar rumah. Awalnya ya karena keadaan. Tapi sekarang rasanya masih perlu dinormalisasi oleh saya sendiri. Pertama, setelah pasca covid, saya jadi terbiasa. Dari pemakaian nasker itu, saya merasa lebih nyaman terutama di luar rumah. Sebab saya tidak tahan bau rokok. Dengan memakai masker, saya jadi ada "penahan" tidak terkena langsung. Tapi apa benar, perlu riset juga. Saya khawatir dengan asap rokok itu membuat saya sakit kepala. Hal ini karena ada penolakan dalam diri saya, lalu spaneng dan jadi sakit kepala. Ini mungkin lebih ke penolakan defensif mental. Jadinya begini. Selain itu, debu juga jadi alasan lain. Apalagi saya kerap memakai angkutan umum. Anak nomer kedua saya juga begitu. Keluar rumah, langsung maskeran karena bersepeda motor. Alasan kedua saya karena merasa nyaman dan t...