Bertiga Mbolang ke Bekasi, Bogor dan Jakarta
Pak suami sudah janji pada budenya yang tinggal di Bekasi untuk dikunjungi. Akhirnya terwujud pada 21 Agustus 2026 lalu. Kami berangkat bertiga "mbolang" ke Bekasi, Bogor dan Jakarta". Kami bertiga yaitu saya, paksu dan si bungsu. Ia satu-satunya yang bisa diajak karena belum masuk kuliah. Sedang dua kakaknya harus kerja dan magang kerja. Perjalanan dimulai dari Kota Malang dengan naik KA Majapahit. Sebelum memutuskan naik KA, kami berdebat dulu. Karena paksu pingin naik bus, saya sudah ogah. Pengalaman perjalanan panjang Malang-Bali lalu membuat saya malas naik bus.
Bertiga mbolang ke Jakarta, Bekasi dan Bogor pada 21-25 Agustus 2026. Foto/sylvianita widyawati
Terutama fasilitas kamar kecil. Perjalanan dengan bus menyenangkan. Tapi saya malas dengan kamar kecilnya yang bisa digunakan di jalan dengan goncangan-goncangan. Bahkan sampai terbentur, wkwk. Belum lagi baunya. Kalau di kereta api memang ada goncangan tapi kamar kecilnya agak luas dan bersih. Bahkan ada fasilitas buat berwudhu. Singkat kata, paksu ambil cuti sampai 26 Agustus 2026. Ini perjalanan panjang saya naik KA kedua sampai 12 jam. Sebelumnya pernah saat jadi wartawan muda dulu. Saya ikut tes di Tabloid Bintang. Saya ajak adik ketiga saya naik KA Kertajaya. Tapi setelah melihat ibukota, saya merasa nyaman tinggal di Surabaya.
Perjalanan lancar jaya dan jauh dari kekhawatiran saya merasa penat naik KA 12 jam. Fasilitas di KA ada mushola kecil untuk tiga orang dengan goncangan yang terasa. Tapi gak papalah buat menambah pengalaman. Kuta naik di kelas ekonomi dengan kursi new generation. AC-nya dingin banget. Saya sudah pakai hoodie tebal, kaos kaki. Akhirnya saya putuskan tidur saja. Tahu-tahu, kereta saya sudah sampai menjelang pagi. Melihat Karawang, Cikarang dan lainnya. Melihat lalu lalang KRL. Rasa penat hilang. Kita dijemput Mas Yanto, anak bude di Stasiun Bekasi sekitar jam 07.00 WIB. Saya mengamati Stasiun Bekasi dan jalan keluar dari stasiun.
"Kita cari sarapan dulu ya," kata Mas Yanto. Kami makan soto di SBB Hj Hetty. Wah..kebetulan nih soto kesukaan. Meski belum sikat gigi dan cuci muka, kami sarapan dengan rasa puas. Ya gimana? Lapar banget. Makan soto yang hangat. Mau minum teh Lokasi warung soto itu ternyata ikut wilayah Kabupaten Bogor. Mas Yanto menjelaskan jika rumahnya berbatasan dengan Bekasi. Rumahnya di Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Setelah sampai disana, kami diminta istirahat dulu. Di rumah ini, kami dapat kamar tamu dimana ada AC-nya. Tak perlu menunggu lama, kami tidur nyenyak sampai siang. Sore hari, kami diajak jalan-jalan ke Living World, sebuah mall di Kota Wisata Cibubur.
Mampir ke Aeon Supermarket
Perjalanan dari rumah Mas Yanto ke mall tak jauh. Mall-nya tidak terlalu besar. Cukuplah buat jalan-jalan. Yang saya kagum itu adalah lantai parkirnya bersih banget. Kami langsung naik ke lantai atas ke lokasi makan. Saya lupa nama tempatnya. Pokoknya enak-enak menunya. Lahaplah kita makan di tempat itu. Tak lupa, kami mampir ke Aeon Supermarket. Kalap dah melihat aneka pilihan menu Jepang-jepangan kayak sushi dengan aneka pilihan. Kita juga beli buah-buahan. Kalau soal harganya sih, saya pikir mirip-miriplah dengan harga di Malang. Jadi gak kaget.
Yang kaget ya melihat harga menu-menu Jepang itu. Murah dan enak-enak. Sebenarnya habis makan sore sudah kenyang. Tapi kami kok malah pingin beli-beli. Eh, nggak tahunya, pas malam di rumah bude di Bekasi malah sudah disiapkan makan malam. Sushi yang aku beli, aku simpan di lemari es bude. Oh ya, malam itu kami menginap semalam di rumah bude. Kamarnya ada AC-nya juga. Malam kami tidur enak. Pagi hari, usai sholat, saya duduk di teras rumah bude melihat lalu lalang warga. Rumah bude di Jl Pintu Air, Bekasi. Di sebuah perkampungan padat tapi bersih. Lebar jalannya mungkin dua meter. Mobil bisa masuk tapi tidak bisa papasan.
Bekasi waktu itu tidak panas. Saya kerasan saja. Pagi hari, kami dijemput Mas Yanto lagi. Kali ini tujuannya ke perumahan Citra Indah, Citraland di Jonggol, Kabupaten Bogor. Dari rumah bude, jalannya lurus aja dan masuk perumahan Citra Indah. Tujuannya adalah rumah bulek Diah. Pensiunan guru SD di Bekasi ini juga ingin dikunjungi kami. "Pokok meratalah," kata Bulek Diah. Keluarga paksu ini biasanya kami temui saat Lebaran di Jogja. Jadi bisa dibilang, ketemunya setahun sekali. Kini giliran kami yang keliling ke rumah mereka. Akhirnya, kami gantian menginap di rumah bulek Diah. Kami tidur di lantai dua. Pada malam hari, kami ditraktir di angkringan. Sedang di siang hari, kami makan sup ayam yang segar.
Keesokan harinya, kami diantar kembali ke rumah Mas Yanto di Gunung Putri. Karena hari efektif, Senin (24/8/2026), jalanan sangat padat. Rasanya gak sampai-sampai. Oh ya, perjalanan ke rumah bulek atau pulangnya, kami melewati Taman Buah Mekarsari di Bogor. Saya kaget melihat kondisinya. Padahal saat saya kecil/remaja dulu, tempat itu sangat hype. Dulu, saya berandai-andai ingin tamasya ke taman buah itu karena ramai pemberitaan dikunjungi wisatawan. Lahannya sangat luas. Saya lalu akses ke web-nya dan masih buka. Perjalanan ke rumah Mas Yanto akhirnya selesai. Kami sarapan dan bersiap ke Jakarta buat "mbolang" naik transportasi umum. Sylvianita Widyawati
Komentar
Posting Komentar