Perjalanan Panjang Malang-Jogja

Minggu lalu, kita sekeluarga ke Jogja, Sabtu (30/5/2026). Perjalanan panjang dimulai dari Malang pada Jumat malam (29/5/2026) ke Sidoarjo dulu, ke rumah Paksu. Awalnya mau langsung berangkat ke Jogja. Tapi akhirnya memilih istirahat dulu beberapa jam. Setelah sholat subuh, mandi, sekitar jam 05.00 WIB, kita berangkat naik mobil ke Jogja. Baru pertama kali ini kita berangkat pagi. Biasanya berangkat malam hari dengan naik bus dan sampai di Jogja pada pagi hari.

Perjalanan pagi lebih enak. Udara sejuk dan kebetulan agak mendung. Kita lewat jalan tol yang kebetulan tidak terlalu ramai. Dengan kondisi ini, di dalam mobil juga enak. Akhirnya kita memutuskan istirahat di rest area Madiun buat sarapan pagi. Sebenarnya kita gambling saja pilih rumah makannya. Kebetulan pas lewat ada rumah makan yang memberikan informasi soal harga per menu. Dengan info itu membuat kita bisa mengukur keuangan. Anak-anak ingin makan pecel Madiun plus telur.

Saya dan suami ingin sarapan dengan menu berkuah. Paksu makan nasi soto ayah. Saya makan nasi sop ayam. Lakok enak...hehehe. Saya cocok dengan nasi sop ayamnya. Apalagi ada kondimen sambel dan jeruk peras. Awalnya agak aneh sih. Kok nasi sop ayam pakai jeruk. Ternyata jadi segar. Apalagi nasi sop ayamnya masih hangat. Jika ditambah kondimen itu, jadi segar banget. Saya lihat anak-anak juga lahap makannya. Nampaknya cocok dengan nasi pecel Madiunnya. 

Saya lalu ambil rengginang. Di nota pembayaran, semua habis Rp 130 ribuan. Kalau makan berlima, rata-rata Rp 30 ribuan. Sedang minumnya teh manis hangat. Di Madiun, istirahat sejenak. Juga pergantian sopir dari Paksu ke adik saya yang nomer dua. Ini pertama kalinya ia ke Jogja. Perjalanan lewat tol lumayan panjang. Sekitar jam 10.30 WIB, kita sudah keluar tol Prambanan. Tapi yang agak lama justru perjalanan ke arah rumah. Sebab jalanan padat. Maklum libur panjang. Senin (1/6/2026) masih ada hari libur lagi.

Akhirnya sampai juga ke rumah Paksu di Sleman. Yang pertama kali kita lakukan adalah mengganti seprei rumah. Setelah itu istirahat. Sedang ziarah kubur ke ibu mertua menjelang Ashar. Cukup lama di kuburan. Setelah itu, saya dan lainnya mandi. Rencana mau jalan-jalan ke Malioboro. Adik ipar dan Paksu mengantarkan ke Terminal Jombor sebelum mereka ke Muntilan, Kabupaten Magelang untuk menengok orang sakit. 

Kita naik bus Trans Jogja dari Terminal Jombor ke Malioboro. Harusnya pakai bus 2A. Tapi yang datang bus 8. Tujuan sama tapi bus ini muter jauh. Tahu-tahu di Pingit lalu Jl Kranggan, Mangkubumi etc dan kembali masuk Jl Malioboro. Saat akhir pekan, Jl Malioboro ditutup untuk kendaraan pribadi. Jadi untung saja naik bus Trans Jogja. Jadi bisa masuk ke jalan yang disukai sejuta umat ini. Kita turun di Halte Malioboro dan berjalan ke arah mall. Sekitar jalan padat wisatawan. Mantap, wkwkw.

Di mall setelah jalan-jalan, kita makan dengan memilih paketan. Lalu patungan membayar, wkwk. Tapi lumayan lho paketannya. Lengkap. Jadi kalau dibagi empat, masih worth it lha. Setelah itu, kita masih menikmati jalanan. Bus Trans Jogja sudah tidak ada lagi. Jadi kita jalan kaki ke Jl AM Sangaji. Lumayan panjang juga. Akhirnya memutuskan berhenti di kedai Mixue beli minum dan mencari gojek buat pulang. Saya sengaja tidak memberitahu Paksu jam pulangnya. Karena dia suka rempong maksa jemput. 

Padahal kondisi jalan sedang padat. Kan kasihan kalau maksa menjemput. Mending naik gojek minim ribet. Memang kesulitan di Jogja adalah kurang angkutan umum jika sudah diatas jam 9. Bus terakhir beroperasi jam 20.30 WIB. Eh, tiket bus Trans Jogja masih murah pol lho. Rp 3000/orang. Saya kira di Malang Rp 5000 sudah murah naik Trans Jatim. Di Jogja malah lebih murah lagi. Kayaknya sejak anak-anak masih kecil, harganya segitu terus. 

Entahlah, saya lebih suka naik bus Trans Jogja kemana-mana daripada naik kendaraan pribadi. Tapi Paksu kurang begitu suka. Mungkin karena terbiasa memakai kendaraan sendiri. Beda dengan saya yang suka naik transportasi umum. Dalam perjalanan pulang, saya mampir ke gudeg Mbok Djum di Jl Mangkubumi. Saya beli dua paket lauk saja. Kebetulan nasinya baru habis. Sedang di rumah masih ada nasi. Sylvianita WidyawatiSarapan pagi di warung Mbak Tie di Rest Area Madiun, Sabtu (30/5/2026). Mantap menunya dan harga terjangkau. Foto/sylvianita widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk...Jalan-Jalan ke Arjuna Geopark di Perkebunan Wonosari Kabupaten Malang

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto