Membuat Sambungan Kain Perca Mengisi Hari

Beberapa saat ini lagi senang bikin sambungan-sambungan kain perca. Rencana sih bikin taplak meja pengganti dan lainnya. Sempat beberapa saat mangkrak karena lagi malas jahit menjahit kini timbul semangat lagi selain kegiatan rutinitas. Biasanya saya terpicu dengan potongan-potongan kain kecil lalu menjadi besar dan lebar. Makin menarik motif kain percanya, biasanya saya makin kerasan bermain kain dengan jahitan tangan itu. Entahlah, saya agak malas memakai mesin jahit akhir-akhir ini.

Tapi pasti suatu hari akan main mesin jahit lagi karena siklus saya pasti terulang. Ini sedang senang kembali main jahit tangan saja. Beberapa karya baju juga masih mandeg meski ada yang tinggal memperbaiki kerah, lengan dan lainnya. Anak saya juga selalu tanya ibu mau bikin apa sih jahit melulu. Saya jawab ada rencana ini itu. Mereka hanya bilang oo. Setelah menyelesaikan kesibukan reguler, saya pasti mengerjakan jahitan tangan memakai kain perca ini. Seperti "memanggil" saya untuk diajak bermain. Makanya saya tidak pernah bingung kegiatan karena saya menciptakan sendiri.

Kalau bosan, ya nanti dikerjakan lagi. Pokoknya dibikin santai saja hobi ini. Kadang yang menemani saya adalah kucing anak saya. Dia tidur selonjoran di seberang saya duduk. Tempat favorit saya dengan hobi ini adalah di ruang tamu. Saya suka duduk di karpet ruang tamu. Biasanya sebelum berkegiatan pagi, saya suka menjahit dengan durasi pendek. Lalu memasak di dapur. Setelah itu, saya bersih-bersih rumah. Tempat pertama yang saya bersihkan adalah kamar saya lalu ke ruang tamu. 

Setelah itu lanjut kegiatan lain seperti mencuci baju. Biasanya sih sambil menghidupkan mesin cuci, saya menyapu rumah. Oh ya, lupa. Kegiatan pertama pagi saya pasti memberi makan kucing Desi. Dia kucing liar sebenarnya. Tapi suka minta makan ke saya. Saya beri makan yang ada. Si sulung kadang membelikan wet food. Kalau saya kadang ngasih ayam. Pernah saya beli ayam, saya masak, tapi anak-anak bilang malas makan ayam. "Bosen, Bu," kata mereka. Maka penerima ayamnya ya si Desi itu.

Tapi herannya, anak saya kalau beli makanan online, kadang juga beli ayam, wkwk. Memang se sensasi itu beli makanan di luar. Kadang saya juga tergoda kok. Nah, kalau tidak memasak, saya juga yang repot ditanya. Masak apa, Bu? Membeli makan di luar juga bikin boncos juga. Sebenarnya saya model belanja bahan makanan mingguan. Bahan itu saya stok di lemari es. Jadi tinggal ide pagi itu apa ketika membuka lemari es. Tapi kadang saya juga tanya anak mau masak apa. Yang jelas, telur harus ready di dapur. Sylvianita Widyawati



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Yuk...Jalan-Jalan ke Arjuna Geopark di Perkebunan Wonosari Kabupaten Malang

Ke Makam Troloyo Mojokerto