Ini Pastel Kesukaan Saya

Saya suka sekali dengan snack pastel. Biasanya yang mengena pertama kali itu kulitnya. Kalau kulitnya cruncy, saya biasanya senang. Singkat cerita, saya mendapatkan pastel kesukaan saya di mall, tepatnya di MOG. Waktu itu ketemunya tidak sengaja. Padahal kalau dingat-ingat, kedai pastel itu sepertinya sudah lama ada. Suatu hari, saya di mal itu pingin nyamil. Lalu saya belok saja ke kedai itu. Entah enak atau tidak, saya coba satu. Saya lupa beli ukuran kecil atau besar.

Untuk ukuran besar harganya Rp 12 ribu dengan aneka cita rasa. Awalnya saya suka yang reguler. Enak juga. Terus beli lagi pas ada sisa tinggal kare. Saya beli itu saja. Akhirnya yang paling sering saya beli rasa kare. Isinya ya potongan daging, wortel dll. Selain di MOG, di Matos juga ada. Pokoknya, kalau saya bosen snack, saya langsung beli pastel plus es teh black tea original di Mixue Rp 10 ribu. Itu menu standar daripada bingung. 

Biasanya pastel dimasukkan dalam kantong kertas dan saya bawa ke tempat duduk yang ada. Seperti sekarang ini. Sedapatnya saya dapat tempat duduk dimana, snack itu yang saya makan dulu. Biasanya saya senang duduk sampai beberapa saat untuk menghilangkan penat di perjalanan. Karena itu saya suka ke Matos karena tempat duduknya lumayan banyak. Kalau bosan lagi, baru jalan kemana. 

Eh kembali ke pastel, saya dapat lokasi pembelian baru yang dekat rumah. Tepatnya di kedai jualan bu RT dekat rumah ibu saya. Awalnya saya dapat kotak snack saat halal bihalal lalu. Saya lihat stikernya dari kedainya Bu RT. Saya coba, kok enak ya. "Enak, Bu," kata si bungsu yang ikutan mencoba. Suatu hari, Bu RT bikin status PO pastel. Saya langsung ingat pastel buatannya. Isinya roughut. Saat itu PO minimal lima buah dengan harga Rp 5000 per buah.

Saya pesan dan besoknya diantar ke rumah pagi hari. Masih hangat. Yang menghabiskan ya saya dan si bungsu. Seharian makan itu saja sudah kenyang. Setelah merasakan enaknya itu, saya jadi kepikiran memesan buat tahlilan ibu hari ke 100 pada 20 Juni 2026 mendatang. Mungkin ditambah lemper juga enak. Oh ya, cerita lemper, di toko kue Sara, lempernya enak banget. Isian daging sapinya banyak. Nyam..nyam..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Yuk...Jalan-Jalan ke Arjuna Geopark di Perkebunan Wonosari Kabupaten Malang

Ke Makam Troloyo Mojokerto