Akhirnya Me Time...
Akhirnya saya bisa me time, Senin (4/5/2026). Caranya, saya potong rambut dan creambath di sebuah salon di Matos. Awalnya maju mundur berangkat karena kadang mager tiba-tiba. Akhirnya si bungsu yang butuh potong rambut ikutan ke salon. Rambutnya sudah panjang dan terlihat sumpek (dari wajahnya), wkwkw. Selain itu, ia pemilih salon. Maunya ke salon A, tapi kalau Senin kan libur. Lalu bingung ke salon lain dan berhitung biaya. Tiba-tiba ngajak ke Matos. "Wis, aku melok di salon ibu ae," kata dia.
Saya yang awalnya malas-malasan, jadi berangkat. Rambut saya juga sudah sumpek. Agak panjang dikit sudah bikin gak enak. Belum lagi poninya mulai panjang. Akhirnya kita berangkat naik bus Transjatim dari Sawojajar ke Matos. Biayanya murmer Rp 10 ribu berdua dan sudah ber AC. Sampai lokasi langsung daftar dan ditangani. Selain potong rambut, saya juga creambath. Saya selalu suka sesi creambath di salon ini. Dari beberapa salon, saya sreg disini. Penanganan tidak buru-buru. Kali ini saya pilih aroma kopi.
Ini pertama kalinya saya coba aroma kopi. Aroma lainnya sudah pernah. Sebelum ini, saya sebenarnya rutin ke salon ini buat creambath. Paling lama dua bulan sekalj. Paling cepat ya sebulan sekali. Penanganan paling saya sukai adalah saat memijat punggung dan tangan. Duh, badan saya terasa enak. Anggapan saya, bagian punggung kanan saya paling sakit/lelah karena banyak aktifitas. Tapi pas dipijiti bagian kiri kok terasa sakitnya. Sedang di kanan biasa.
Benar-benar saya nikmati sesi ini. Apalagi ruangan di salon dingin ber AC. Seperti tambah nikmat gitu. Yang menangani saya bukan mbak biasanya. Mungkin bukan jadwalnya. Tapi siapapun mbak yang menangani saya, saya suka. Tapi memang tekanan tangannya beda-beda karena beda orang. Tapi biasanya mbaknya juga konfirmasi apa terlalu keras atau bagaimana. Saya menjawab cukup. Karena anak saya hanya memotong rambut, dia lebih cepat selesai. Lalu dia menunggu saya yang masih proses creambath.
Setelah selesai semua, kami langsung ke foodcourt mencari makan. Seperti biasa, saya hanya makan cwie mie Malang. Anak saya minta nasgor ayam. Di outlet ini rasa makanannya top. Lalu anak saya nomer dua menyusul kesana dari kampusnya. Kami akhirnya ngobrol-ngobrol sambil makan. Lalu turun ke lantai bawah. Saya pamit ke supermarket beli barang kebutuhan rumah yang belum terbeli. Setelah itu, kami pulang. Anak saya kedua naik motor dan jalan duluan. Lalu saya dan si bungsu naik bus Transjatim.
Entah ya saya kok suka naik bus ini kemana-mana. Selain bersih juga nyaman. Senyampang jalurnya dilewati bus ini, saya oke saja naik ini. Saya lihat, masyarakat juga lebih menerima angkutan umum ini. Mereka mau menunggu bus. Apalagi dengan aplikasi, mereka jadi mengetahui dimana posisi bus itu. Beda dengan angkutan umum lainnya yang tanpa aplikasi. Seperti menunggu tanpa kepastian. Setelah sampai Sawojajar, saya mampir ke apotek beli masker karena persediaan di rumah sudah habis.sylvianita widyawati
Komentar
Posting Komentar