Mengunjungi Kawasan Wisata Kelud

Saat anak-anak liburan sekolah, kebetulan ada agenda wisata ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur bersama dengan teman-teman kantor. Dari Biro Malang berangkat naik Isuzu Elf dengan jumlah 13 orang. Sedang dari kantor Surabaya memakai dua bus besar, Minggu (24/12/2017).

Karyawan membawa keluarganya. Jadi jumlahnya membengkak. Dari Malang, sopir Elf mengarahkan ke arah Blitar. Sebab dipastikan jika lewat Kota Batu pasti macet. Nyampenya bisa gak jelas ke lokasi wisata. Anak-anak saya senang lewat Blitar. Sebab mereka tidak menyukai jalur Malang barat yang berkelok-kelok.

Saya lebih banyak tidur di kendaraan. Alasannya masih mengantuk karena kurang tidur. Sampai kemudian kami sampai di kawasan wisata Kelud pukul 09.00 WIB. Sedang teman-teman yang lewat Surabaya belum datang. Awalnya berniat menunggu.

Namun sampai pukul 10.00 WIB ternyata masih di sekitar Jombang🤔. Wah...Akhirnya kami memutuskan rekreasi dulu. Sebab harus ngapain lagi? Cuaca sedang cerah. Sebelum itu kami mampir warung buat makan dan minum. Setelah itu cuss..ke atas.

Untuk naik ke arah Gunung Kelud ternyata arus kendaraan diatur. Hal ini karena lahan parkir di atas agak terbatas. Setelah sampai di parkiran, kami berjalan-jalan ke arah tulisan Gunung Kelud. Namun setelah itu bingung mau ngapain. Untuk naik lagi, ada persewaan ojek PP Rp 15.000. Karena males, kami duduk lagi nongkrong di warung.

"Kita kayak wisata dari warung ke warung ya," celetuk teman-teman. Iya, habis mau ngapain lagi ya. Oh ya, di sana banyak penjual nanas. Satu ikat berisi beberapa buah nanas dijual Rp 10.000. Ada juga yang sudah dikupas dan dipotong-potong seharga Rp 5000. Buah itu dimasukkan di tas plastik kecil.

Yang berkesan di area itu adalah harga di warung-warung nyaris sama. Tidak mahal atau ramah di kantong. Saya beli pisang goreng Rp 1000/buah. Beli segelas air jahe Rp 3000. Saya hanya beli nanas potong. Oh ya, usai melewati pintu loket juga ada taman main.

Bagus sih jika bawa anak-anak. Tapi kami tidak kesana karena akan ke Kampung Anggrek. Rombongan Malang dan Surabaya akhirnya bertemu di Kampung Anggrek.  Sylvianita Widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini