Postingan

Gudeg Wijilan VS Gudeg Stasiun Tugu

Gambar
Dua hari terakhir di Jogja, saya pesan menu makanan gudeg yang berbeda. Pada Senin sore (18/6/2018), saya pesan makanan lewat ojek online. Saya ngawur saja milik gudeg wijilan Bu Zanti di Jl Pakuningrat. Alasannya karena tak jauh dari hotel menginap saya di Jl Mangkubumi dan harganya terjangkau. Yaitu Rp 15.000 per paket. Isinya gudeg, krecek dan satu telor. Saya pesan empat kotak lewat gojek. Total Rp 60.000. Yang tidak saya kira, paket nasi gudegnya uenal banget. Nasinya punel dan masih panas. Langsung saya santap. "Cek..enake gudeg iki. Bumbunya pas," pikir saya. Memang krecek dan tempenya agak pedas. Tapi overall, ueanak pol. Anak-anak saya suka. "Kok kita baru tahu ya gudeg ini," ujar anak saya. Sayangnya saya tidak bisa pesan lagi karena harus berangkat naik kereta pagi ke Malang, Selasa (19/6/2018). Begitulah, Selasa pagi sekeluarga naik becak ke Stasiun Tugu. Satu becak Rp 20.000. Udara Jogja segar karena masih 22 derajat celcius. Tapi kalau siang sampai 3...

Mengunjungi Masjid Suciati Saliman di Sleman

Gambar
Dalam perjalanan menjemput adik ipar saya di rumah ibunya di Jogja, Jumat (15/6/2018), ada obrolan soal masjid Suciati Saliman di Sleman. Galuh, ipar saya cerita soal masjid yang didirikan oleh penjual ayam terkenal di Sleman. "Ayo..kapan2 kesana kalau ke arah kota lagi," ujar saya ke adik ipar saya. Karena kepo, kami browsing di internet. Rencana kesana pada 17 Juni. Eh..tak sengaja malah mampir ke masjid itu pada Sabtu malam (16/6/2018). Gara-gara gak menemukan rumah makan buka. Akhirnya ipar saya mengajak mampir sekalian sholat isya. "Ayo. Biar nanti kalau pulang tinggal tidur," kataku. Masjidnya disebut mirip masjid Nabawi. Masjid itu di lahan pojok. Indah sekali. Luar biasa. Kami berwudhu di depan dekat parkiran. Selain itu juga ada toilet. Sayangnya, sedang pesing. Mungkin pengunjung juga tak menjaganya. Sedih banget. Bisa juga karena belum ada takmir masjid jadi belum ada petugas khusus masjid. Masjid itu berlantai 3. Di tiap lantai ada tempat wudhu. Dised...

Lebaran Di Jogja

Gambar
Lebaran 2018, kami sekeluarga ke Jogja. Suami sudah berangkat duluan pada 11 Juni 2018 lalu. Sedang aku dan anak-anak baru berangkat pada hari pertama Lebaran pada 15 Juni 2018 sore. Alasannya ya karena aku masih kerja sampai 13 Juni. Praktis, hanya sehari libur buat persiapan. Karena banyak yang dikerjakan, aku justru ngerasa gak fit. Badan gak enak karena kelelahan menumpuk. Terasakan makin gak nyaman saat di kereta api ke Jogja. Kami naik KA Bima lewat Surabaya karena mengejar waktu agar sampai hari itu juga di Jogja. Kalau menunggu naik KA Malioboro Ekspres, maka akan sampai esok hari. Sedang jadwal di Jogja hanya sampai 19 Juni 2018. Dalam perjalanan aku sulit istirahat. Sampai Stasiun Tugu, aku ke minimarket membeli tolak angin. Siapa tahu enakan. Sampai rumah mertua, setelah ngobrol2, aku putuskan istirahat. Tapi keesokan harinya juga belum fit benar. Namun harus ke rumah keluarga suami. Percaya nggak, aku berlebaran  ditambahi migren. Menyiksa banget. Penyelamatku ya oba...

Marhaban Ya Ramadhan

Gambar
Kamis (17/5/2018) menjadi hari pertama puasa. Semoga puasanya dilancarkan semuanya. Begitu juga sholat tarawihnya. Biasanya kami ke masjid dekat rumah. Tinggal jalan kaki aja. Ramadhan juga bulan paling sibuk buat para ibu. Jam alarm harus disetel kenceng agar terbangun buat persiapan sahur, wkwkkw. Biasanya alarm bunyi malah dimatikan. Molor lagi bangunnya. Dari nambah lima menit bisa jadi satu jam. Tapi kalau saat puasa molor, wah..bisa jadi penyebab tidak sahur semua. Tapi dalam sebulan selalu ada masa seperti itu. Bangun kesiangan jam 5 pagi. Akibatnya sekeluarga tidak sahur. Waktu krusial itu bagi ibu pekerja adalah menyiapkan masakah buka. Sementara pekerjaanku misalkan belum selesai. Pontang panting. Karena itu aku biasanya menyiasati dengan sudah mempersiapkan bahan untuk dieksekusi sore hari. Oh ya, anak-anak libur sekolah. Semoga juga bisa diberdayakan. Kadang anak-anak di rumah maunya manja-manja tanpa mau membantu orangtua. Ini yang bikin males. Oke, selamat berpuasa se...

Awas Copet di Angkot Malang

Rabu (11/4/2018) saya ada kegiatan di kawasan Dinoyo Malang. Biasanya saya pilih baik ojek online biar cepat sampai. Tapi karena janjian ama teman-teman jam 10.00 WIB, saya pilih pakai angkot saja. Saya naik angkot ADL di Jl Trunojoyo. Gak taulah rasanya sudah gak enak situasinya. Saya curiga dengan pria yang duduk di depan saya. Tangannya memegang tas plastik. Wajahnya risau saja. Toleh sana toleh sini kayak orang gelisah. Begitu juga dengan bapak yang duduk di sisi pintu. Feeling saya mereka saling kenal. Saya pilih dekat seorang ibu. Tas saya kekep terus. Ada rasa deg-degan entah kenapa. Dua penumpang pasutri turun di Jl Semeru. Suaminya pakai alat bantu. Ia turun susah payah. Penumpang depan pintu turun juga karena sesak. Kemudian diganti dua penumpang suami istri lain. Suaminya duduk di dekat pria yang bawa tas plastik itu. Gak sengaja, mata saya melihat aksi tangan bapak pembawa tas plastik itu. Tangannya meraba saku menonjol dari bapak sebelahnya. Sepertinya HP. Ya Allah, say...

Janji Terlunasi Nonton Yowis Ben

Gambar
Saya punya janji kepada dua anak saya nonton film Bayu Skak, Yowis Ben. Akhirnya, Sabtu siang (24/3/2018), kami nonton bersama di Cinemaxx Matos. Jika awal konsepnya nobar bertiga, ternyata jadi berlima. Suami saya yang gak senang nonton bioskop akhirnya ikut. Anak pertama yang sudah pernah nontom dengan temannya, ikut nonton lagi. Walhasil, pengeluaran membengkap. Per orang Rp 45.000 karena akhir pekan, wkwkwk. Yowis gpp. Mumpung habis gajian. Sebab bisanya nonton ya akhir pekan karena saya libur kerja. Saya semangat banget nontonnya sambil melihat next movie apa lagi yang dipromokan di bioskop itu. Lhadalah..dipromokan film horor. Sumpah males. Ada dua film. Per film mungkin 2-3 menit. Rasanya lama banget. Kami berempat sudah menurut mata saja. Tapi suaranya keras banget. Saya gak suka film horor. Saya senang nonton film yang bikin bahagia. Biar mahal, habis nonton bisa cerita-cerita lagi. Begitulah, akhirnya nonton Yowis Ben. Ada drama-drama dikit, lucu, mengibur. Ceritanya padat...

Seblak Ala2

Gambar
Entah kenapa tiba-tiba pingin makan seblak. Merasakan beli di luar saja belum pernah. Akhirnya saya putuskan beli kerupuk udang mentah kecil-kecil. Di Giant Sawojajar dijual Rp 7500 untuk 1/4 kg. Saya ingat di lemari es ada sosis. Sampai rumah, saya browsing di IG resep bikin seblak. Tujuannya mencari inspirasi sesuai bahan yang ada di lemari es. Setelah itu saya panaskan air. Saat mendidih saya masukkan kerupuk mentah itu sampai agak lunak. Sambil menunggu, saya potong daun prei, sosis tiga buah, lombok kecil tiga buah, kencur secukupnya dan daun jeruk satu buah. Setelah itu, kerupuk yang sudah lemas itu saya tiriskan. Kemudian saya mulai menumis bahan lainnya dan kemudian memasukkan kerupuk itu ke dalam tumisan. Saya beri air secukupnya. Bumbunya hanya saya beri lada dan royco. Wah..enak juga. Agak pedas dikit. Kata Sasa, anak pertama saya ini seblaknya kurang kuah. "Seblak nyemek2 ini, Sa. Kuahnya kurang," jawabku. Sepertinya kebanyakan kerupuk. Jadi kuahnya harus agak ...