Sopir Angkot Baik Hati

Hari ini ada penugasan ke SMKN 10 Kota Malang. Lokasinya di kawasan Tlogowaru. Karena tidak ada angkutan umum, saya memutuskan naik taksi dari rumah saya di Sawojajar, Tarifnya di bawah Rp 30.000. Namun karena minimal bayar Rp 30.000, maka harus membayar sebesar itu. Setelah selesai, saya baru bingung harus naik angkutan umum apa. Jadi, saya putuskan berjalan keluar di dari kawasan itu.

Lumayan juga jauhnya. Saya kemudian menyeberang ke depan kantor block offiece Pemkot Malang di Tlogowaru. Saya melihat ada angkot TST ke arah utara. Angkotnya kosong. Jadi saya putuskan duduk dengan sopir. Saya bilang ke bapak itu, saya perlu keluar dari kawasan Tlogowaru dan akan ke Sawojajar. "Iya, Mbak. Nanti bisa turun ke terminal Hamid Rusdi. Di sana bisa oper lagi," tutur bapak itu.

Angkot tidak masuk ke dalam terminal. Dia berusaha mencarikan saya angkutan untuk oper. Ternyata tidak ada satupun angkot ngetem. Padahal itu sekitar pukul 10.00 WIB. Bapak sopir sampai heran. "Tumben, sepi," komentarnya. Karena tidak ada angkutan, dia memutuskan mengantar saya mencari angkot sampai dekat SMAN 6. Padahal rute angkot dia tidak lewat jalan tersebut.

Ada tiga angkot MT ngetem dekat sekolah itu. Tapi tidak ada satupun penumpang ada dalam angkot itu. "Duh,...nggak ada penumpangnya angkot-angkot itu. Sampean kalau menunggu kelamaan," tutur pak sopir. Ia memutuskan mengantar saya keluar kawasan Jl Mayjen Sungkono agar saya bisa mendapatkan angkot lain untuk oper ke Sawojajar.

Saya kemudian diantar sampai ke kawasan Muharto. Saya kemudian memutuskan oper angkot MK untuk menuju rumah saya di Sawojajar. Saya mengucapkan terima kasih ke bapak itu. "Terima kasih telah menolong saya," kataku. Setelah saya naik angkot lain, bapak itu meneruskan perjalanan angkotnya. Entah kemana karena itu bukan jalurnya.

Karena ia juga mengeluh sepi penumpang. Sebenarnya tadi bisa saja telpon operator taksi. Namun apakah pengemudi taksi mau menjemput ke sana. Karena di sana tidak ada pangkalan taksi. Karena usaha bapak itu, saya bisa meneruskan pekerjaan saya lainnya di pusat kota. sylvianita widyawati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini