Yuk.... Naik Bus Macito di Malang

Suatu hari, saya dapat libur kerja hari Minggu. Libur pada hari Minggu itu rasanya sesuatu. Kami memutuskan jalan-jalan pagi di sekitar Alun-alun Tugu Malang. Rutenya di mulai dari balaikota Jl tugu-Jl Kahuripan, belok kanan ke Jl Basuki Rahmat dan ke Alun-Alun Malang. Setelah bermain di sana beberapa saat, kami berjalan lagi ke Jl Majapahit, bermain di Tarekot (Taman Rekreasi Kota).

Di depan bus Malang City Tour (Macito)
Karena masih pagi banget, kami memutuskan sarapan pagi di Rawon Tessy di jl Trunojoyo. Nasi rawonnya enak banget. Apalagi jika ditemani dengan teh manis hangat.

Di meja biasanya diberi sepiring aneka lauk pauk. Isinya beragam. Ada tempe goreng, paru goreng, sate kerang dll. Tinggal dipilih mana yang disukai.

Setelah sarapan pagi, kami berjalan lagi ke arah balai kota. Kami memutuskan menunggu bus Malang City Tour atau akrab disebut dengan bus Macito.

Menikmati pemandangan sekitar Balai Kota Malang dari bus Macito
Untuk menumpang bus ini gratis. Tak heran banyak warga Malang ingin mencicipi rasanya naik Macito.

Sejak pagi, biasanya warga sudah menunggu di sekitar balai kota atau depan gedung DPRD. Dari pengamatan, penumpangnya adalah keluarga.

Mereka terdiri dari ayah ibu dengan anak-anak mereka. Tapi juga ada kelompok anak muda dengan teman-temannya.

Biasanya ada yang sengaja datang untuk naik bus itu, Atau ada juga yang habis jalan pagi akhirnya kepincut ingin mencoba layanan bus gratis ini.

Macito adalah bus bertingkat dua. Tempat duduk bagian bawah ada AC. Sehingga nyaman. Saat itu kami mendapat bus yang ada pemandu wisatanya. Sehingga mendapat penjelasan mengenai titik yang kami singgahi.

Bagi yang ang ingin merasakan sensasi berbeda menikmati Malang adalah dengan duduk di bagian atas bus. Tempat duduknya terbatas. Setelah tempat duduk terisi semua, bus memulai perjalanan. Duduk di bagian atas Macito berarti menikmati alam terbuka. 

Merasakan semilir angin juga panas. Namun duduk di bagian atas juga tidak bisa tenang. Karena harus waspada pada kabel-kabel yang masih melintang di sejumlah  titik yang dilintasi Macito, Untuk masuk ke Macito juga penuh perjuangan. Karena harus bersaing dengan banyak penunpang.

Namun waktu itu kami agak beruntung. Ini karena ada banyak penumpang yang ragu naik, akhirnya kami manfaatkan. Sehingga kami bisa masuk ke bus ini. Bagaimana rasanya? Rasanya dibuat seru saja meski rutenya bukan hal baru bagi kami. 

Setelah puas naik rute satu, kami ganti bus lain untuk mengetahui bus ini lewat mana saja. Sekarang bus ini kerap dijadikan sarana rekreasi anak-anak sekolah. Tentunya pada hari-hari efektif kerja untuk anak sekolah. Menurut saya keren ada bus ini di Malang. sylvianita widyawati




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini