Postingan

Rekonstruksi Pekerjaan di Uji Kompetensi Wartawan (UKW)

Gambar
Habis ujian dua hari, legaaa... Sampai juga akhirnya bisa mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kebetulan sedang diadakan di Malang dan menjadi peserta di angkatan  IV PWI Jawa Timur. Kegiatan dipusatkan di IKIP Budi Utomo Malang pada 14-15 Juni 2013. Sebelum pada hari -H-nya, aku sempat agak grogi karena masih awam. Alhamdullilah, pada hari H justru tenang. Sebab ada kegiatan pra UKW dulu. Para pematerinya dari PWI pusat. Mereka adalah penguji kita nantinya. Di UKW ada tiga kelas yaitu muda, madya dan utama. Kegiatan rapat di kantorku Di acara itu, saya bertemu dengan teman-teman wartawan se Malang Raya. Di kegiatan pra UKW,  kita banyak mendapat masukan soal materi-materi yang akan diujikan. Semuanya mengenai pekerjaan kita sehari-hari. "UKW ini adalah rekonstruksi pekerjaan kita," kata penguji. Kalau memang kita sehari-hari sudah melaksanakan itu, maka tidak akan sulit merekonstruksikan hal itu. Misalkan membuat berita, mengadakan melakukan kegiata...

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Gambar
Subandi di lokasi pembuatan barang bukti di Desa Sumber Bening Hampir 15 hari ini, cerita tentang pembunuah Nuryanti (43), janda cantik asal Jl Hasyim As'syari, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang masih hangat dibahas. Terutama bagaimana kejamnya ia membunuh ibu satu anak itu usai bercinta di rumah Subandi, di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Minggu (3/3/2013). Tak ada yang menduga cerita ini akhirnya bermuara pada kisah cinta mereka berdua. Sebab awalnya hanya pada penemuan mayat yang terkubur di makam desa. Subandi sendiri adalah pejabat di Pemkab Malang. Jabatannya Kasubid Bina Wasbang Bakesbangpol Kabupaten Malang. Sementara Nuryanti, adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha kos-kosan di lantai dua rumahnya. Seluruh kisah mereka bermuara dari cerita ditemukannya seorang wanita berkulit kuning ditemukan tewas tanpa mengenakan busana. Ia terkubur dalam gundukan tanah tanpa nisan yang bagian atasnya diberi rumput ke...

Banyak Kades Keberatan, Perda Bagi Hasil Tak Jadi Dicabut

MALANG-Satu raperda usulan eksekutif akhirnya diputuskan tidak jadi disahkan pada Kamis (3/1/2013) sore. Raperda itu adalah pencabutan perda no 2 tahun 2003 tentang bagi hasil dengan desa/kelurahan dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah tertentu. Sehingga hanya empat raperda yang disahkan, yaitu perda tanggung jawab sosial /CSR, LPPL (Lembaga Penyiaran Publik Lokal) untuk Radio Kanjuruhan dan retribusi jasa umum dalam sidang paripurna di gedung DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen. . “Hasil dari rapat internal tadi menyatakan perda pencabutan No 2 tahun 2003 tidak jadi disahkan. Sehingga perda itu ya tetap berlaku,” kata Nur Muhlas, Ketua pansus pencabutan perda no 2 tahun 2003 ditemui di ruang Komisi C DPRD Kabupaten Malang, Kamis (3/1/2013). “Sementara kita tunda dulu. Banyak masukan dari kepala desa agar perda itu tidak dicabut dulu. Sebab itu sudah menjadi pendapatanya desa,” jelas Rendra Kresna. Menurutnya, jika perda itu tidak dicabut, sebenarnya pemerintah ...

Verifikasi Akhir, K1 Yang Jadi CPNS Susut

MALANG-Jumlah kategori 1 (k1) yang kemudian diangkat jadi CPNS di Pemkab Malang susut. Jika selama ini ada tiga orang yang masuk K1 diusulkan jadi CPNS, ternyata setelah ada verifikasi akhir dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang lolos hanya dua orang. “Untuk dua orang itu sudah menjadi CPNS sejak awal Desember 2012 lalu. Sedang yang satu orang K1, kita masih berusaha mengusulkan agar menjadi CPNS,” kata Suwandi, Kadindik Kabupaten Malang, Senin (7/1/2013). Dua orang yang jadi CPNS itu bekerja di RSUD Kanjuruhan dan Dinas Kesehatan. Sedang seorang lagi yang tidak jadi CPNS adalah seorang guru. Padahal ketiga orang yang K1 itu sudah diumumkan ke publik lewat media massa. “Saya nggak tahu kenapa data yang di BKN kemudian berbeda ketika di Kementrian PAN,” tuturnya. Informasinya, tak hanya K1 dari Kabupaten Malang yang susut, tapi juga dari Kota Batu, dimana tiga orang k1 yang jadi CPNS hanya dua orang. Sedang di Kota Malang lebih banyak ...

Amankan Aset, Lahan Eks Desa Dipatoki

KEPANJEN- Salah satu bentuk penanganan aset yang kini dilakukan Pemkab Malang terkait tanah eks bengkok desa yang berubah menjadi kelurahan adalah melakukan patok batas dan memberi papan tanda kepemilikan atas nama Pemkab Malang. Saat ini yang baru dipatoki yaitu lahan di tiga kelurahan yang berada di dua kecamatan. Rinciannya yaitu di Kelurahan Turen dan Sedayu yang berada di Kecamatan Turen. Serta lahan-lahan di Kelurahan Dampit/Kecamatan Dampit. Kegiatan itu dilakukan oleh Tim Validasi Tanah Aset Kabupaten Malang setelah melakukan validasi dan peninjauan di lapangan. “Selanjutnya akan kami daftarkan ke BPN Kabupaten Malang,” kata bupati di DPRD Kabupaten Malang. Lahan eks desa yang itu berada di 12 kelurahan di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Paling besar luasnya tanah eks desa ada di Kelurahan Dampit sebesar 59,98279 hektare dalam 67 bidang. Sedang di Kelurahan Sedayu dan Kelurahan Turen, masing-masing ada 16 hektare lebih. Sedang di Kecamatan Kepanjen, ...

Ombak Besar, Jumlah Pengunjung Ngliyep Turun 80 Persen

MALANG-Dua objek wisata pantai yang dikelola oleh PD Jasa Yasa yaitu Pantai Balekambang di Kecamatan Bantur dan Pantai Ngliyep di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang tetap dibuka untuk umum meski ombak sempat tinggi. Namun pengunjung diwanti-wanti agar lebih hati-hati berada di sekitar pantai dengan kondisi seperti ini. “Sejak mulai dari pembelian tiket hingga pengunjung parkir kendaraan, kami meminta mereka hati-hati saat berada di pantai, terutama kalau ingin mandi di laut,” jelas Sunardi, Kepala Unit Pantai Balekambang, Senin (14/1). Menurutnya, ombak besar setinggi tiga sampai empat meter mulai 4 Januari hingga Minggu (13/1) sore melanda Pantai Balekambang. “Jumlah pengunjung masih tetap setiap harinya sekitar 100-200 pengunjung,” kata Sunardi.  Dengan himbauan itu, diharapkan pengunjung juga lebih waspada karena ombak relatif ganas. Ditambahkan oleh Agus Priyono, Kepala Unit Pantai Ngliyep menyatakan dalam seminggu terakhir, jumlah pengunjung mengalami penurun...

RSBI Dihapus, Tetap Harus Ada Sekolah Unggulan

KEPANJEN-Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan harus tetap ada meski RSBI telah dibatalkan oleh MK. Sebab dengan keterbatasan anggaran, peran serta penggiat-penggiat pendidikan tetap diperlukan. “RSBI itu itu kan hanya istilah saja. Menurut saya, tetap diperlukan sekolah-sekolah unggulan yang memerlukan daya saing/kompetitif,” tutur Rendra usai menghadiri pelantikan kepala TK-SMK PGRI di RM Bojana Puri, Kepanjen, Rabu (9/1/2013). Katanya, tanpa embel-embel  istilah nama RSBI, kata Rendra, tidak masalah, asal sekolah tetap memiliki kualitas. “Jangan sampai sekolah hanya bisa membuat siswa membaca dan menulis saja atau menjadi sekolah standar,” kata politisi dari Partai Golkar ini.  Ia mencontohkan SMAN di kawasan Tugu Kota Malang memiliki keunggulan tertentu dulunya sebelum ada istilah RSBI. “Termasuk SMAN 1 Kepanjen. Kualitasnya bagus. Bahkan ada warga Kota Malang yang ingin bersekolah di SMAN 1 Kepanjen,” tuturnya. Keunggulan dari sekolah yang saat ini men...