Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Seminggu di RS Nunggu Ibu Sakit

Gambar
foto/sylvianita widyawati Hari Terakhir di Rumah Sakit Kesehatan ibu saya sempat menurun karena jadi kurang suka makan. Matanya seperti kosong. Akhirnya pada Sabtu (14/2/2026), kami membawanya ke RS di Malang. Ini adalah RS kerjasama yankes Ibu. Selama tujuh hari ibu saya di RS. Selama ini, ibu lebih banyak di tempat tidur karena kakinya sudah lemah. Jadi agak susah membawanya naik mobil. Akhirnya perlak (Bahasa Jawa) atau alas plastiknya kami manfaatkan buat evakuasi dengan dibopong berempat.  Yaitu saya, anak saya dan dua adik saya. Petugas keamanan RS sigap membantu membawa ibu dengan brankar di IGD ketika saya utarakan kesulitan ibu tidak bisa mobilisasi. Kami ditanyai keluhannya apa, sakit apa dan riwayat sakitnya. Kami hanya menjawab ibu melemah karena enggan makan. Segera setelah itu ditangani. Cukup lama kami menunggu karena perlu diagnosis sakitnya apa sampai kemudian dapat kabar harus dirawat inap di RS. Rasanya lega. Tidak salah kami membawa ke RS. Tapi perke...

Hujan, Menikmati Jajan Jadul Putu

Gambar
Malang kembali diguyur hujan, Kamis (12/2/2026). Sore terdengar penjual putu lewat yang ditandai suara siulnya. Entah kenapa, kok pingin banget makan putu hangat dari penjual yang lewat. "Ma (Rachma, nama anak saya), tolong panggilkan bapak penjual putunya," kata saya pada si bungsu. Ia mengomentari kok tumben saya pingin jajan tradisional itu. Anak saya memanggil penjualnya dan saya mengambil piring di dapur. "Satu porsi berapa, Pak?" tanya Rachma. Bapak penjual menjelaskan harganya Rp 12 ribu. Setelah itu saya menyerahkan piring. Tak berapa lama, terdengar suara siulnya yang menandakan bahwa jajan pesanan saya sudah selesai. Anak saya mengambilkan. Setelah itu, kami mencoba makan jajan itu. Penjual putu itu tiap sore selalu lewat di perumahan saya. Tapi saya memang tidak selalu beli karena terkait selera ingin dan tidak. Jajan putunya berwarna hijau dan di bagian tengah ada gula merahnya. Saya biasanya minta taburan kelapanya disendirikan karena tidak ...

Menikmati Wisata Tanaka Waterfall, Serba Rp 5000

Gambar
Pertama kalinya wisata ke Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada pekan lalu. Saya memang sudah melihat postingan-postingan di medsos. Tapi belum mendapatkan bayangan seutuhnya. Saya kesana bareng paksu, anak dan keponakan. Jadi berempat berangkat naik mobil.  Kami memilih menggunakan maps setelah keluar dari jalibar Jl Ir Soekarno, Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat di Talangagung, Kepanjen, anak saya mulai memakai maps. Ternyata disana juga sudah banyak papan penunjuk ke arah Tanaka. Kali ini, suami yang dibalik kemudi mobil karena jalan ke arah Wonosari perlu manufer yang lihat. Anak saya mengemudi sejak dari rumah hingga Kepanjen. Karena berangkat pagi, kami bisa menikmati perjalanan ke desa yang berudara segar dan melihat keindahan Gunung Kawi. Setelah melewati berbagai belokan jalan, kami sampai di Desa Bangelan. Kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke parkiran di halaman balai dusun setempat. Disana ternyata juga disediakan ojek buat w...