Postingan

Cerita Hari Ini

Gambar
Selasa, 8 Agustus 2017 Pagi hari: Sasa  : Bu, bangun. Aku sudah mandi lho Aku    : Jam berapa sih? Sasa   : Jam 04.45 WIB Aku     : Awakku kesel kabeh. Sik 5 menit.. Berikutnya percakapan sarapannya apa? Aku jawab..ini. Teh manis juga ada. Kemudian si bungsu Rahma bangun dan pergi mandi. "Aku mau bekal nasi goreng dan ayam," pinta Rahma. Aku jawab oke meski bumbu nasgor tinggal dikit. Jasmine: Ibu..ibu. Bukno pagere.. ( dia tidur di rumah embahnya) Aku : sik...sik.. Jasmine masuk rumah. Duduk di sofa. Ambil HP dan ngecek2. Aku  : gak mandi se? Jasmine: sek bu.. (Agak santai karena SMPnya dekat rumah) Aku : Sa..sasa..lho nang endi arek iki Rahma : turu maneh Bu. Sediluk. Aku : oh  (jadi ingat aku kelakuanku sendiri saat SMP. Bangun pagi, sholat subuh, belajar lagi. Jam 05.30 WIB ngantuk lagi. Tidur sampai jam 6.30 WIB. Aku mandi dll 15 menit. Jam 06.45 WIB berangkat sekolah agak lari2. Teman2 sudah baris, aku ma...

Family Gathering di Finna Golf Prigen

Gambar
Sabtu lalu (29/7/2017), sekeluarga mengikuti family gathering perusahan suami di Finna Golf and Country Club di Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ketika mendapat informasi bahwa tempat rekreasinya disana, wah..aku jadi baper. "Aku sudah pernah kesana dulu. Mungkin 20 tahun lalu," ujarku kepada suami. Aku menceritakan pernah bersama teman-teman media diundang menginap kesana. Aku lupa ada acara apa. Jadi ketika kembali menginap disana, ya senang aja meski jadi kurang surprisenya. "Tapi sekarang kan beda, Bu. Ibu ke Finna ama anak-anaknya," ujar Sasa, si sulung. Iya sih. Malah aku jadi bisa guide, wkwkwkwk. Contohnya, suamiku tidak tahu lokasinya, aku jadi bisa jadi penunjuk. Dari Malang, kami menumpang mobil sewaan yang didapatkan dari aplikasi online. Tak banyak yang berubah sih di sana. Kami datang agak sore karena masih harua rapat di sekolah Jasmine di SMP-nya. Kami mendapat tempat menginap di vila jambu. Satu vila ada tiga kamar tidur. Tiap kamar berisi 1 KK. Kamar...

Incip-Incip Bakso Bakar

Gambar
Akhirnya mampir juga ke bakso bakar Sawojajar Malang yang berada dekat rumah. Tapi kalau gak sempat ya rasanya jauh. Sore tadi, Jumat (28/7/2017) kesana dengan anak-anak. Rasanya pingin pedes-pedes, tapi khawatir malah gak bisa merasakannya. Jadi, saya pilih pedes sedang. Bakso bakarnya isi enam pentol. Harga Rp 12.000. Baru naik harga kayaknya. Sebab saya melihat masih ada bekas tulisan harga lama Rp 11.000. Menurut saya sih bakso bakarnya enak dan murah. Biasanya, saya pesan teh manis hangat. Tapi tadi ikut-ikutan anak saya beli es jeruk. Padahal saya baru saja sembuh dari radang tenggorokan. Saya nambah satu biji tahu yang saya potong-potong untuk dimakan dengan sisa saos bakso bakar. Setelah itu ya sudah. Lega sudah kesana. Seminggu ini, sudah dua kali ke kedai bakso bakar. Pertama ke kedai bakso bakar yang nempel di tembok di sebuah SMPN. Bakso bakarnya kesohor wis. Awal cerita bakso bakar di Malang konon ada disana. Saya makan sendirian. Harganya lumayan mahal. Kalau 10 biji...

Masa Pengenalan Sekolah

Gambar
Sejak 17 Juli 2017, Sasa dan Jasmine, dua anak saya menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah. Awal masuk sekolah pasti deg2an semua. Baik anak maupun orangtua. Namun saya tekankan ke mereka untuk santai saja mengenal sekolah baru. Suami saya pun mengambil cuti sehari khusus mengantar anak-anak ke sekolah. Pemberangkatan pertama adalah anak saya Sasa di sebuah SMKN. Dia masuk jam 06.30 WIB. Sehari sebelumnya ayahnya sudah ngecek lokasi sekolah. Maklum, suami saya tinggal di Surabaya. Jadi, dia bisa memperkirakan waktu dari rumah ke sekolah. Kira-kira butuh 15 menit. Karena itu, saya menyarankan mereka berangkat agak pagi. Ya kira-kira jam 05.35 WIB. Kalau PP kan butuh 30 menit. Sementara adiknya, Jasmine juga minta diantarkan ke sekolah oleh ayahnya. Namun hari pertama agak mbulet. Berangkat molor. Akhirnya, ayahnya sampai ke rumah mepet waktunya untuk mengantar Jasmine. Bisa ditebak Jasmine senewen. Saya sudah menyarankan antisipasi pesan gojek. Namun dia tidak mau. "Gak ma...

PPDB oh PPDB

Gambar
Usai sudah masa penantian hasil PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru). Dua anak saya bisa masuk sekolah negeri di Kota Malang. Sejatinya, saya juga bukan negeri minded. Kalau ingin ke swasta ya gpp. Ke negeri ya gpp. Sebagai ortu, saya hanya menfasilitasi mereka. Meski yang saya rasakan adalah pontang panting sendiri karena suami bekerja di luar kota. Anak-anak ingin mencoba sekolah negeri dengan nilai mereka. Ketika ada waktu luang, saya dan suami mengajaknya melihat SMPN di rayon yang ingin dipilihnya. Jadi ia juga bisa melihat sekolah itu secara nyata. Ia juga bisa memperkirakan jauhnya dari rumah. Setelah itu ia bisa menyimpulkan sendiri. Ini cara paling fair daripada melarang di sekolah ini itu defan alasan jauh tapi anak tidak tahu dimana letak sekolahnya. Kalau suami saya lebih senang anak-anak sekolah yang tak jauh dari rumah karena masih SMP. Ibu saya juga dulu begitu ketika saya diterima di sebuah SMPN yang agak jauh dari sekolah. Ibu menyekolahkan ke SMP dekat rumah. Say...

Bye Jogja🖐

Gambar
Liburan Lebaran usai sudah. Sabtu (1/7/2017) malam, KA Malioboro Ekspress kembali kami ke Kota Malang dari Stasiun Tugu Jogja. Bye Jogja. Rasanya sekarang lega karena akhirnya pulang ke Malang. KA datang dan berada di jalur 3. Seluruh penumpang bergegas masuk ke gerbong masing-masing. Gerbong kami ada di bagian belakang. Dibanding Lebaran tahun lalu, fasilitas di Stasiun Tugu banyak berubah. Saat saya datang di Jogja pada Selasa (27/6/2017) lalu, saya tidak sempat melihat suasananya. Sebab datang di Jogja menjelang subuh. Jadi fokus menuju terowongan menuju tempat penjemputan di Jl Pasar Kembang. Beberapa perubahan yang nampak yaitu stasiun nampak makin bersih. Toiletnya baru dan lebih terang lampunya. Toilet cukup besar dan dibedakan untuk pria dan wanita. Keluar toilet, ada mesin yang bisa dipencet untuk memberi pendapat soal kepuasan kepada pelayanan toilet. Selain itu juga ada ruang tunggu eksekutif, Anggrek Lounge. Harganya Rp 50.000 untuk promo (saya baca di bannernya). Ruanga...

Incip2 Jadah, Tahu-Tempe Bacem

Gambar
Kalau ke Jogja, jangan lupa incip-incip jadah, tahu dan tempe bacem. Pilihan saya ke penjual makanan itu yaitu Mbah Carik di kawasan Kaliurang. Meski harus antre, namun tak begitu lama. Untuk pembeliannya, sudah ada panduan paket dan harganya. Jadi pembeli tinggal menyebut paketnya dan membayarnya. Saat saya membeli disana, jadah ketannya masih anget dan punel. Pekerja warung itu bekerja keras membuat bentukan  jadah sebelum dijual. Sedang tahu dan tempe bacemnya dimasukkan di wadah besar. Semua juga masih anget. Bikin ngeces aja. Kalau melihat penampakannya, ibu-ibu pasti rela membeli banyak, hehehe. Untuk cara makannya, terserah sih. Kalau saya, biasanya makan jadahnya dulu. Setelah itu bisa memilih tahu atau tempe bacemnya. Dari banyak penjual tempe tahu bacem di Jogja, saya paling cocok taste di Mbak Carik. Makanannya fresh. Hal itu memungkinkan karena sirkulasi pembelinya banyak. Salam. Sylvianita widyawati