Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Subandi di lokasi pembuatan barang bukti di Desa Sumber Bening
Hampir 15 hari ini, cerita tentang pembunuah Nuryanti (43), janda cantik asal Jl Hasyim As'syari, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang masih hangat dibahas. Terutama bagaimana kejamnya ia membunuh ibu satu anak itu usai bercinta di rumah Subandi, di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Minggu (3/3/2013). Tak ada yang menduga cerita ini akhirnya bermuara pada kisah cinta mereka berdua. Sebab awalnya hanya pada penemuan mayat yang terkubur di makam desa.

Subandi sendiri adalah pejabat di Pemkab Malang. Jabatannya Kasubid Bina Wasbang Bakesbangpol Kabupaten Malang. Sementara Nuryanti, adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha kos-kosan di lantai dua rumahnya. Seluruh kisah mereka bermuara dari cerita ditemukannya seorang wanita berkulit kuning ditemukan tewas tanpa mengenakan busana. Ia terkubur dalam gundukan tanah tanpa nisan yang bagian atasnya diberi rumput kering di sebuah makam di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Saat ditemukan, keadaannya menekuk. Tinggi korban diperkirakan 160-163 cm.

Masih belum jelas siapa dia. Karena warga sekitar desa itu belum ada yang melaporkan kehilangan keluarganya. “Usianya mungkin sekitar 35 tahun-40 tahun,” kata AKP Deky Hermansyah, Kasat Reskrim Polres Malang, Minggu (10/3/2013). Jenazah korban sudah dibawa ke ruang jenazah RSSA Malang. Informasi yang dikumpulkan polisi, dugaan sementara masyarakat, korban adalah tenaga kerja wanita (TKW) yang baru saja pulang dari luar negeri.

Tapi hingga saat ini belum diperoleh kepastian mengenai identitas wantia itu. Nampaknya, wanita itu mengalami penganiayaan. Sebab terdapat luka lebam seperti bekas pukulan. “Wajahnya rusak. Di kamar mayat nanti kami akan merekontruksikan wajahnya agar bisa mengetahui wajahnya sebenarnya,” kata Deky. Untuk itu akan dilakukan otopsi. Namun tentang dugaan pembunuhan, ia tidak berani menyimpulkan dulu. Yang jelas, lanjutnya, memang ditemukan Mrs X dengan tanda-tanda kekerasan.

Sampai saat ini, polisi masih berusaha mencari identitas korban. Yang jelas, Tambeng (60) warga dusun setempat yang pertama kali curiga ada gundukan tanah yang ditutupi rumput kering pada Kamis sore (7/3/2013) di makam desa. Kabar adanya makam tanpa nisan itu menyebar ke warga.
Sehingga pada Minggu (10/3/2013), warga melaporkan hal itu ke Polsek Bantur.

Polsek dibantu Satreskrim Polres Malang kemudian membongkar makam itu. Korban dikubur di liang lahat sepanjang satu meter lebih dengan kedalaman sekitar satu meter. Informasi dari masyarakat diperkirakan ia adalah TKW yang baru saja pulang dari luar negeri. Tapi kebenarannya masih perlu ditelusuri lagi. Karena itu Deky meminta jika ada warga yang kehilangan anggota keluarganya, bisa melihat ke ruang jenazah RSSA. Sylvianita widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini