Bandara Abd Saleh Baru Menunggu Fatwa


Minggu ini diharapkan menjadi verifikasi terakhir dari Ditjen Perhubungan Udara terkait rencana dioperasionalkannya bandara semi sipil Abd Saleh. Tim sendiri sudah melaksanakan verifikasi pada minggu lalu. “Verifikasi pertama pada 15-16 Desember lalu. Hasilnya ada perbaikan-perbaikan yang masih harus dilakukan yang sifatnya rekomendasi dan mandatori,” jelas Mayor Teguh Susilotomo, Kepala UPTD Provinsi Jawa Timur Bandara Abd Saleh Malang, Rabu (20/12).
Hal-hal yang bersifat rekomendasi, kata Teguh, bisa dilaksanakan sambil berjalan. Tapi yang bersifat mandatori, wajib segera dilaksanakan/dikerjakan sebelum bandara semi sipil ini dibuka. ”Sebab hal ini terkait dengan kebutuhan yang harus dipenuhi,” katanya. Ia menyebut soal marka parkir pesawat harus dikerjakan sebagai kegiatan yang bersifat mandatori. Targetnya operasional bandara ini diharapkan tetap bisa dilaksanakan pada Desember ini meski nanti sifatnya masih trial/uji coba. ”Jika semuanya sudah berjalan lancar, baru nanti akan diresmikan,” ujarnya.
Didik Sudiwinarto, Kabid Perhubungan Udara, Dishub dan LLAJ Kabupaten Malang menyatakan bahwa dari tim verifikasi setidaknya ada 10 hingga 12 catatan yang harus diperbaiki di bandara baru itu. Atas hasil itu, akhirnya telah dilaksanakan perbaikan-perbaikan. ”Hasil perbaikan itu telah dilaporkan secara tertulis ke Dirjen Perhubungan Udara pada Selasa (20/12). Catatan-catatan itu antara lain genteng di terminal penumpang harus satu warna, soal ketersediaan SDM dll. Namun tambah Teguh, meski proses verifikasi selesai, tapi bukan berarti bandara segera dioperasional.
Namun masih perlu waktu lagi untuk meminta fatwa dari Danlanud Abd Saleh serta Dirjen Perhubungan Udara. Perlunya fatwa seperti ke Danlanud karena, ujar Teguh, bandara semi sipil nantinya masih menggunakan alat-alat milik Lanud Abd Saleh karena masih belum memiliki alat sendiri. Ia menyebut untuk ATC (air traffic control) juga masih menggunakan milik Lanud Abd Saleh. Begitu juga para petugasnya. “Iya, kami masih nanti masih memakai petugas dari TNI AU tapi mereka sudah disertifikatkan,” ujar Didik.  
Sementara SDM-nya, kata Teguh, meski jumlahnya masih standar, diperkirakan juga masih bisa melaksanakan pekerjaan jika bandara operasional. Verifikasi yang dilakukan antara lain verfiikasi terminal penumpang dan peralatan. Sementara pada tahun lalu sudah dilakukan verifikasi untuk landasan pacunya. Diharapkan dengan beroperasinya bandara semi sipil ini, maka kenyamanan penumpang lebih meningkat. Apalagi nanti juga ada teminal penumpang untuk keberangkatan dan kedatangan sendiri. vie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini