Postingan

Bukber

Gambar
Sejak beberapa tahun terakhir, saya jadi orang yang malas diajak buka bersama (bukber). Satu satunya yang masih saya ikuti hanya bukber dengan teman kantor. Alasannya karena saya sudah tidak bisa menikmati suasana bukber di luar kecuali bersama keluarga. Untuk meninggalkan anak-anak buka sendiri di rumah juga sudah menjadi beban sendiri. Entahlah, rasanya sudah tidak bisa menikmati buka di luar rumah dengan orang lain. Minggu lalu, bukber dengan teman-teman kantor dilaksanakan di sebuah rumah makan di Jl Jakarta Kota Malang. Saya langsung ke lokasi karena kebetulan masih ada kegiatan di Jl Veteran. Daripada pulang dan akan sulit keluar lagi jika sudah bertemu anak-anak, Saya memutuskan mengetik berita di Matos. Lokasi rumah makannya sudah sering saya lewati dan selalu ramai dengan anak muda. Saat bukber lalu juga ramai banget. "Baru ini aku bukber di lokasi yang riuh," ungkapku pada teman sekantor. Rasanya benar-benar buka bersama. Sebab di lokasi mungkin ada puluha...

Sulitnya Bangun Sahur

Alhamdullilah, puasa lancar. Ya agak sulit belakangann ini adalah bangun sahurnya. Alarm berbunyi pukul 02.30 WIB, matanya sulit melek. Kadang melek, kemudian tidur lagi. Jadinya, bangun ngepres. Persiapan buat sahur kadang cuma 30 menit. Setelah siap, hanya ada waktu 10 menit buat makan. Habis itu, menunggu waktu sholat subuh pasti diserang ngantuk lagi. Kadang juga setelah subuh, tidur lagi dan bangun jam 08.00 WIB. Setelah itu buru-buru bersih-bersih rumah, mandi dan berangkat kerja. Begitu seterusnya. Menjelang sore kembali dari kerja dan mempersiapkan buka. Lalu mulai ngetik berita. Kadang pernah juga maunya ngetik, malah ketiduran, ha..ha. Pernah juga ada kejadian lucu. Saya semangat mempersiapkan sahur. Saya ingin makan capjai. Semua saya persiapkan. Pas menyalakan kompor, wah...gas elpijinya habis. Haduh....Akhirnya saya hanya sahur dengan segelas teh hangat dan sisa buah blewah di lemari es. (sylvianita widyawati)

Bertemu Kembali dengan Nancy, Teman SMP

Setelah sekian tahun, akhirnya, hari ini (24/6/2016), saya bertemu dengan teman SMP. Namanya Nancy. Dulu kita kerap bertiga jika sedang istirahat. Selain Nancy, ada Erta. Meski beda kelas, namun kami selalu bersama. Oh ya, saya menyelesaikan sekolah di SMPK Celaket 21 Malang. Waktu itu, saya diterima di SMPN namun lokasinya agak jauh, saya minta sekolah yang dekat dengan rumah. Maklum, dulu angkutan tidak sebanyak sekarang. Baru setelah masuk SMA, saya berani sekolah agak jauh. Cerita pertemuan dengan Nancy diawali dari Facebook teman SMP lainnya. Namanya Mala. Ia sudah agak lama terkoneksi dengan FB saya. Pekan lalu, ia menulis di FB jika saya dicari Nancy. Pikirannya saya jadi melayang ke SMP. Akhirnya saya pun memberikan no WA ke Mala. Sampai kemudian ada pertemuan tadi sore di rumah. Sebelum itu, kami menjalin komunikasi lewat WA beberapa kali. Rasanya cepat tersambung banyak percakapan. Nancy saat di rumah tadi menunjukkan beberapa foto teman SMP lainnya lewat HP-nya dan m...

Marhaban Yaa Ramadhan

Hari ini merupakan hari kedua menjalankan puasa, Selasa (7/6/2016). Selama dua hari, di rumah hanya buka dan sahur bersama Rahma. Jasmine memilih tinggal di rumah embahnya, ibu saya. Sehingga ada yang menemani. Menu buka dan sahurnya sederhana saja. Harus ada sambal dan teh hangat. Yang lain menyesuaikan sesuai keadaan. Hari pertama puasa kemarin lancar. Namun cuaca Malang terik banget. Itu yang bikin lemes  dan gerah. Tapi dibuang strong saja, ha,,ha. Sebenarnya nggak lapar dan haus. Namun merasa lelah dengan cuaca seperti itu. Jadi, pulang kerja sore, saya memilih istirahat sebentar. Untung Sasa dan Rahma libur sekolah. Mereka sudah bisa membantu memasak buat buka puasa. Bahannya sudah saya siapkan di lemari es dan tinggal mengolahnya. Saya tinggal membuatkan minuman. Sambil menunggu adzan magrib, saya meneruskan membuat berita. Rasanya, menulis terasa lambat, ha,,ha. Semoga hari ini tetap semangat menjalankan ibadah puasa sambil bekerja. Selamat berpuasa buat semuanya. sylvi...

Hati-Hati Jika Wisata ke Pantai

Kemarin liputan tentang wisatawan yang terseret ombak ketika sedang bermain bola di Pantai Sendiki. Lokasi pantai itu di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kenapa setiap menulis ada korban ombak pantai selatan, saya merasa sedih? Sedihnya karena pantai selatan ombaknya ganas. Pantai itu cuma enak dinikmati mata. Tapi jangan sampai bermain air, misalkan berenang atau dekat dengan bibir pantai. Karena ombak sewaktu-waktu bisa datang. Hal ini kadang seperti diabaikan pengunjung yang datang. Dari beberapa pantai pernah saya datangi, saya merasakan indah tapi 'medeni'. Makanya saya lebih suka menikmati dengan hati. Karena itu, wisata ke pantai tetap pakai prinsip hati-hati. Jika sudah ada larangan mandi atau bermain dekat pantai, jangan abai. Pernah saya melihat foto teman saya di instagram betapa bangganya berfoto dekat deburan ombak ganas. "Duh..lain kali jangan foto dekat situ. Ombaknya besar lo. Sewaktu-waktu datang," tulis saya di komentar foto itu...

Percakapan dengan Rahma

Gambar
Dua hari terakhir, Rahma berangkat sekolah dengan Jasmine, kakaknya. Hal ini karena saya ada kegiatan pagi. Namun tadi pagi, Rabu (11/5/2016), Rahma minta saya mengantarkan sendiri ke sekolahnya. Alasannya jika dengan kakaknya, selama perjalanan ke sekolah tidak ada obrolan. Saya sempat tidak mempercayainya. "Masak sih?" tanya saya. Rahma menyakinkan bahwa itu benar. "Beneran, Bu," jawabnya. Saya akhirnya mengantarkan lagi karena baru ada kegiatan di atas jam 08.00 WIB. "Iya, Ibu antarkan. Sekalian nanti mau mampir ke pasar," jawabku. Kami akhirnya berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Saat itu, kami mulai ngobrol. Rahma "Kalau berangkat sekolah dengan Mbak Jasmine itu, dia diem saja sampai sekolah. Nggak ada yang diobrolkan. Terus masuk gerbang sekolah pisah. Jasmine ke kiri, aku ke kanan," cerita Rahma sambil menggandeng tanganku. Ooooo Menurutnya, selama dua hari itu, ia selalu menengok halaman luar sekolah. Biasanya saya selalu me...

Kenangan

Gambar
Jika saya membuka blog, yang dikomentari anak bungsu, Rahma adalah mengapa ibu suka menulis kenangan-kenangan? Saya menjawab bahwa kenangan itu indah meski kadang ada yang terasa pahit. Namun tidak semuanya ibu tulis, kata saya. Jadi, saya tulis yang ingin saya tulis. Kadang saya juga tidak ingin menulis apa-apa. Namun bahannya sudah ada di otak saya. "Nanti, kalau ibu sudah tidak ada, kamu bisa membaca apa yang ibu tulis. Tinggal mencarinya," tutur saya ke Rahma. Matanya langsung berkaca-kaca. "Ibu jangan ngomong begitu. Ibu kan masih muda," kata dia. Oalah, Nduk. Ibu juga tidak tahu akan mencapai usia berapa. Sekarang yang penting saling berdoa agar semua sehat. Dan ibu bisa mendampingi kamu sampai nanti. Rahmaku Tujuan awal saya membuat blog ini menyimpan tulisan saya yang tidak dimuat. Karena sayang, jadi saya buatkan medianya. Namun dalam perkembangannya, saya tidak sempat lagi menyimpannya. Saya jadi lebih suka menulis apa yang ada dipikiran saya dan...