Bikin Kukusan Anti Ribet, Ada Ubi Kayu dan Pisang
Kalau sedang beruntung ada pak mlinjo lewat depan rumah, saya senang banget. Lumayan tidak ke pasar. Sebab saya seringnya kelewatan pak mlinjo. Biasanya dia lewat sebelum jam 06.30 WIB. "Sayuuurrr," teriak pak mlinjo kalau lewat jalan perumahan saya. Tapi ya gitu. Kadang kelewatan karena saya sedang di dapur belakang atau mengerjakan lainnya. Kalau niat menunggu pak mlinjo amat jarang, he..he.
Kadang saya pas membuka pagar rumah anak saya yang berangkat sekolah, saya baru memanggilnya. Tapi pernah sudah saya tutup pagar depan rumah, eh bapaknya lewat. Mau buka lagi, sudah mager. Pagar depan rumah saya agak tertutup tinggi karena antisipasi kucing keluar. Memang kucing-kucing saya sudah di kandang semua. Tapi karena ada kejadian kucing saya Jojo kabur dengan melompat ke rumah tetangga, saya jadi trauma.
Btw, pak mlinjo ini dagangnya lengkap sehingga saya tak harus ke Pasar Lesanpuro. Saya belanjanya juga random ke pak mlinjo. Biasanya ada satu atau dua barang ingin saya beli. Tapi melihat dagangannya, saya biasanya membeli beberapa. Selain sayur, saya biasanya melihat pisang tanduk, ubi jalar atau pohong (bahasa Jawa). Kalau pas cocok, saya beli. Biasanya pohong dan pisang saya kukus buat camilan.
Anti ribet deh model begini. Kalau dibuat kolak, paling yang makan hanya saya saja. Mana bisa habis. Kemarin dapat pisang tanduk gemoi. Sedang pohongnya kuning dan mempur (lunak). Dikukus antara 15-20 menit saja sudah matang. Setelah itu, saya pindah beberapa ke piring kecil buat camilan. Anak-anak saya juga suka kukusan terutama pisang. Kalau saya juga suka pohong kuning itu. Kemarin satu kresek plastik kecil isinya tiga buah.
Ini bisa buat camilan tiga hari. Saat mengukus, pohongnya saya potong kecil-kecil agar gampang dimakan. Di atasnya saya beri taburan garam. Hasilnya akan lebih gurih. Kalau pisang, saya potong tiga untuk satu biji. Saya suka pisang yang belum matang benar karena kalau matang sekali jadinya lembek. Penyajian camilan kukusan selain di piring, kadang saya diamkan saja di dandang atau pengukus.
Saya amati di media sosial, banyak juga pedagang kukusan yang dikemas di kotak plastik. Rata-rata harganya Rp 10 ribu per kotak. Isinya beragam. Bahkan ada telur, potongan kentang dan jagung. Saya lihat ke medsos, pembelinya banyak juga. Seperti pekerja sebagai bekal sarapan pagi mungkin. Kalau buat bekas anak sekolah, biasanya ada penjual bento Rp 10 ribuan. Sylvianita Widyawatifoto/ sylvianita widyawati
Camilan kukusan anti ribet seperti ini enak juga. Dari sisi harga murah meriah dan bisa buat beberapa hari jika dikukus sedikit demi sedikit. Sudah ada yang coba? Hehehe
Komentar
Posting Komentar