Perdana Naik Bus Trans Jatim Malang Saat Gratis

Bus Trans Jatim koridor Malang resmi mengaspal di Malang Raya per Kamis (20/11/2025). Sampai sepekan, tarif bus digratiskan buat warga. Tarif umum nanti Rp 5000/orang dan pelajar Rp 2500/orang. Rasa tak sabar ada pada diri saya buat mencoba. Mengajak anak awalnya mau asal sore hari. Padahal kalau siang sampai sore atau malam, di Malang kerap hujan. Akhirnya anak-anak mau berangkat tapi mengajak ke mal dulu. Pulangnya naik bus Trans Jatim. 

Titik saya dan anak dari mal di Jl Kawi. Lalu kami berjalan kaki ke halte terdekat di depan kantor KNPI/dekat sebuah SDN. Tak jauh dari toko buah atau di seberang kantor Radar Malang. Itu halte lama dan diberi tambahan tanda bisa stop bus Trans Jatim. Karena melihat di aplikasi bus mengarah ke timur masih di Dinoyo, kami jalan santai. Lalu menunggu di halte. Haltenya gelap saat malam hari. "Kalau menunggu sendiri, aku ya tidak berani," kata saya pada anak-anak. 

Untung masih bersama dua anak. Lalu ada lagi satu calon penumpang yang duduk di halte. "Bu, mau naik bus ya?," tanya si Mbak. Saya jawab iya. Ternyata sama-sama mau ke Sawojajar. Tapi rumahnya di sekitar GOR Ken Arok. Ia turun di Sawojajar karena mau ke supermarket dulu. "Halte bus di Ken Arok dekat rumah saya," terang si Mbak. Ya beruntung sekali ada angkutan umum di kawasan sana karena jarang ada angkot. Saya pernah dulu banget habis liputan coba naik angkot dekat kantor bersama Pemkot Malang.

Tidak ada penumpang lainnya. Padahal naik ojek online ya bisa. Saya pikir sedang tidak buru-buru. Bapak sopir angkot waktu itu baik banget. Saya diantar sampai jalan Muharto setelah saya bilang akan pulang ke rumah. Jadi saya tinggal menyeberang jalan naik angkot lain menuju rumah. Saya bayar lebih waktu itu karena bersyukur bisa keluar dari kawasan JL Mayjen Sungkono. 

Kembali ke penantian bus, akhirnya datanglah bus Trans Jatim di halte Jl Kawi. Kami naik ke bus. Penumpangnya lumayan banyak. Kami berdiri dulu. Dalam hati saya rasanya tidak percaya ada bus Trans Jatim di Malang, wkwk. Oh ya, di dalam bus sangat dingin oleh AC. Dari Jl Kawi, bus mengarah ke Kayutangan. Halte bus ada di dekat JPO itu. Banyak juga yang turun dan naik di halte Kayutangan.

Lalu bus melaju ke arah Stasiun Malang lewat Jl Kahuripan, Alun-Alun Tugu dan berhenti di Stasiun Malang. Tepatnya di dekat penurunan penumpang kereta api. Lalu lurus dan belok kiri ke Jl Urip Sumoharjo lurus dan belok kanan ke Jl Hamid Rusdi. Sedang titik halte di dekat BRI. Tapi bus turunkan penumpang di depan Pasar Bunul. Halte BRI memang dekat pasar. Lalu belok kanan lurus, belok kiri ke Jl Mayjen Wiyono dan lurus Sawojajar.

Ada beberapa penumpang turun di Sawojajar termasuk saya dan anak-anak. Secara umum, naik bus ini enak dan nyaman meski berdiri karena ber AC. Saya yakin, jumlah penumpangnya pasti tidak sampai berlebihan kapasitasnya. Kalau saya pribadi, ya senang ada bus ini. Dengan hanya Rp 5000 jika nanti berbayar, masih murah. Apalagi rutenya juga panjang. Saat menunggu bus di Jl Kawi, arah sebaliknya, dua bus juga terpantau banyak penumpang. 

Artinya masa ujicoba ini diminati penumpang. Apalagi jumlah busnya ada 14 unit yang dioperasionalkan.

Saya pribadi ingin mencoba lagi sampai ke barat (Batu). Supaya tahu halte-haltenya. Juga ke arah sebaliknya. Mumpung sudah pensiun, hehehe. Jadi kalau tidak ada angkot, misalkan, masih ada harapan di transportasi massal seperti bus Transjatim ini. Kunci lainnya adalah harus mengunduh aplikasinya agar bisa mengetahui pergerakan bus tujuan. Jadi kalau sekira sudah dekat, sudah cepat bergegas. 

Dari ujicoba ini, bus bergerak cepat. Tidak ada ngetem. Penumpang masuk/turun, pintu langsung tutup dan jalan. "Temanku katanya mau coba Senin, Bu," kata si bontot, Rachma. Ia cerita jika chat-chat an dengan sohibnya tentang mencoba bus Trans Jatim. Akhirnya temannya ingin mencoba. Karena rumahnya di sekitar Sulfat, maka temannya bisa turun di Pasar Bunul. Jika ke Sulfat sudah agak dekat. "Oh gitu," komentar saya.

Akhirnya sampai juga kita di Sawojajar Malang. Mungkin lain kali akan mencoba lagi selama bayar gratis, hehehe. Juga hari lainnya. Ya terus terang selama ini saya lebih banyak naik ojek online saat bekerja dulu karena mengejar waktu biar tidak terlambat. Tapi biasanya pulang liputan, saya kadang naik angkot juga. Sampai ada sopir angkot MM hafal dengan saya. "Tadi liputan apa, Mbak?" tanya pak driver MM. 

Tapi perkembangan waktu, jumlah angkot makin berkurang karena kebutuhan masyarakat ingin cepat sampai. Dulu saya "njamani" kejayaaan angkot di Malang dengan waktu presisi meski harus berangkat satu jam sebelumnya jika oper dua kali. Tapi dengan naik ojek online, saya bisa memangkas waktu hingga 30 menit di jalan dan tiba di lokasi tanpa terlambat atau harus jalan kaki dulu. Btw, dengan adanya bus ini, semoga bisa membantu masyarakat Malang Raya. 

Apalagi jika sudah sore hari, angkot sudah sangat jarang beredar di jalan. Memang masih ada pilihan transportasi online dan kendaraan pribadi. Semua kembali ke pilihan masyarakat sendiri. Sylvianita Widyawati

Foto/sylvianita widyawati
Suasana di bus Transjatim Malang di hari kedua operasi pada Jumat malam (21/11/2025).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Perajin Kroso, Pahlawan Bagi Petani Kelengkeng