Nasi Goreng Magelangan

Setelah mengunjungi bulek saya yang sakit di RS Aisyiah Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu sore (27/6/2017), kami mampir ke warung mie Pak So. Lokasinya di selatan Pasar Tempel, Kabupaten Sleman. Tepatnya di depan eks Stasiun Tempel.

Warungnya ramai banget. Yang bikin ngeper adalah antrean pembelinya banyak yang bawa mobil. Ngeper di sini artinya jadi males. Maklum, sudah lapar banget setelah melewati perjalanan 25 Km lewat jalan-jalan kampung karena jalan raya Magelang padat banget.

Kami antri menunggu pesanan 30 pembeli sebelumnya. Jadi, kami duduk di lantai dua memesan minum dulu. Saat Lebaran, tak banyak banyak warung atau depot tidak buka. Karena itu kami rela antre. Awalnya saya ingin pesan bihun goreng. Ternyata keponakan dan adik-adik ipar saya pesan nasi goreng Magelangan.

Apa sih Magelangan itu? Saya melihat di papan menu yang dipasang di tembok memang ada. Ternyata Magelangan adalah sejenis nasi goreng campur. Kalau di Kota Malang, kami menyebutnya nasi goreng mawut. Yaitu campuran nasi dan mie goreng.

Kalau Magelangan lebih beragam. Yaitu nasi goreng, bihun, mie, ada telur dadar orak arik, potongan daging ayam, usus ayam dan jerohan ayam yang dipotong-potong. Jadi, lauknya lengkap banget. Untuk minumnya ada teh anget dan es jeruk. Saya makan berdua sama Rahma. Kalau tidak ingin Magelangan pedas, bilang saja ke pelayannya Magelangan gurih.

Rasanya lumayan sih kalau untuk mengganjal perut yang kelaparan. Hampir semuanya memakan habis makanan itu. "Wareg..Bu," komentar Jasmine, anak saya. Sedang Sasa yang semula ingin makan nasi bebek akhirnya juga luntur melihat Magelangan. Begitulah. Kami pulang dengan perut kenyang.

Saya sendiri baru tahu Magelangan ya tahun ini. Padahal saya sudah sejak tahun 2000 ke Sleman. Untung ada adik ipar saya yang mengenalkan kuliner ini. Kalau saya kebanyakan ke tempat yang mainstreem karena alasan keterjangkauan angkutan. Misalkan ke mal, hehehe. Sylvianita widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini