PNS Menyegel Kantor Kejari Kepanjen

Hari Purnomo, PNS Pemkab Malang menyegel Kejari Kepanjen
Aku pikir, hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Sabtu pagi cuaca cerah di Kota Malang, hawanya sejuk.

Aku berencana menghadiri kegiatan pembubaran Panwaslukab Malang di Hotel Wisata Tidar dan Musda PKS yang diadakan di Hotel Mandiri, Dau.

Weih..tapi acaranya berantakan. Ada informasi dari temanku, kantor Kejari Kepanjen disegel ramai-ramai.Beneran nggak sih?

Padahal ini hari Sabtu, bukan hari aktif bekerja. Meski meluncur ke Kepanjen, masih ada keraguan. Takutnya dikerjain teman2, ha.ha
Ternyata hanya demo tunggal, seorang PNS Pemkab Malang, Hari Purnomo. Ia adalah adik tersangka Plt Kepala UPTD Wendit Malang, Soenarko yang disangka korupsi Rp 425 juta dari pengadaan tiket masuk objek wisata itu pada 2008 untuk lebaran dan tahun baru.

Sang kakak jadi tersangka pada Juni 2009 lalu. Si adik merasa kakaknya tidak ada yang melindunginya lagi. Pejabat yang dulu melindungi kakaknya kayaknya sudah angkat handuk. Apalagi kasus korupsi sekarang nggak lagi di sidang di PN, tapi di Pengadilan Tipikor di Surabaya. Siapa yang akan melindungi kakaknya? Apalagi jika pengadilannya sudah di ibukota provinsi. Siapa yang mau cawe2 atau repot2 mengurusnya.

Lepas dari profesiku, aku mendukung langkah2 tegas penindakan korupsi. Meski kadang ketika kasus itu mencuat, sebagai wartawan, aku senang saja mengangkat kisah seperti ini. Tapi seringnya ada sikap nggak enak seolah ini karena ulah wartawan sehingga menjadi blow up media.

Padahal andai mereka-mereka, para pejabat atau siapapun jika melaksanakan tugasnya dengan benar dan nggak buru-buru selalu mikiri mencari 'susukan atau uang kembalian', mereka pasti bisa bersih, berjalan sesuai aturan. Tapi kenyataannya seperti ini. Aku jadi ingat anak, istri mereka. malunya keluarga mereka. Tapi itu sudah jalan pilihan mereka....

*Sabtu malam masih hujan. sepatu baruku aku simpan di tas ranselku. sayang, boo! mending nyeker aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini