Bau Teh Wangi Menggoda, Oleh-Oleh dari Sleman

Almarhum bumer, Siti Maisaroh meninggal di RSUD Sleman setelah dirawat beberapa lama di ICU. Di rumah diadakan tahlilan. Isi tas buat warga yang datang ke tahlilan itu antara lain ada sembako, termasuk teh. Tehnya wangi sudah dalam kemasan membuat saya senang membantu mengisi tas plastik buah tangan tahlilan. Saat saya pulang pekan lalu, niat saya minta satu biji teh wangi cap Tang. Tapi malah disuruh mengambil satu pak.

Tapi ternyata teh-teh yang ada beragam merek di dapur almarhum bumer. Jadinya saya mengambil satu-satu merek teh sebagai buah tangan saya pulang ke Malang. Saya amati, teh-teh itu produksi Jawa Tengah, termasuk dari Kabupaten Batang dan Kabupaten Tegal. Disana ternyata banyak merek teh. Sampai di Malang, saya googling berbagai merek yang saya bawa pulang itu. Saya serasa dibawa ke wilayah kebun teh. Saya memang belum pernah ke wilayah perkebunan teh di Jawa Tengah tersebut. 

Saya membayangkan sebagaimana perkebunan teh yang ada di kebun teh Wonosari, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Wilayahnya sejuk dengan beribu hektare tanaman teh. "Wah..Mbak Sylvie membawa teh-teh ini apa mau jualan es teh solo," komentar Lia, kerabat saya sambil mengisi tas kendurian. Di medsos, teh solo diracik dengan beragam merek teh. Tapi saat di rumah, saya lebih condong mencoba satu-satu. Saat ini, saya masih mencoba teh merek Dandang. Komposisinya teh dan bunga melati.

Sejauh ini saya masih suka. Teh Dandang sudah ada di supermarket juga di Malang. Tapi saya belum mencoba teh celupnya. Saya hanya penggemar teh. Jadi kepo rasanya tiap merek teh. Dulu, bertahun-tahun memang selalu memakai salah satu merek teh terkenal. Tapi suatu hari, saya kehabisan teh celup itu di rumah. Lalu saya pakai teh celup dari parsel yang dikirim ke saya. Anehnya saya langsung suka. Rasanya light. Itu merupakan produksi teh dari Kabupaten Malang.

Coba tebak merek apa? Betul. Merek Naga. Saya lalu sering membelinya tiap bulan. Harganya juga murah. Di rumah, hanya saya saja yang gemar teh selain air putih. Kini, koleksi teh saya banyak. Termasuk black tea dari Perkebunan Rolas. Saat wisata kesana, saya beli yang teh celup. Dan satunya yang biasa. Sebenarnya lebih fleksibel teh celup sih. 

foto/sylvianita widyawati

Lain kali, saya akan beli merek teh lain agar dapat pengalaman minum teh. Teh Bandulan juga enak. Ini teh kesukaan almarhum ayah saya kalau menyuruh saya membeli teh ke pasar. Sebenarnya almarhum bumer dulu suka membawakan saya teh saat mengunjungi ketika Lebaran. Harga beragam merek teh yang saya lihat di toko oleh-oleh di JL Mangkubumi Jogjakarta Rp 40 ribu. Untung saya dapat gratisan. Sylvianita Widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Perajin Kroso, Pahlawan Bagi Petani Kelengkeng