Trek Aman ke Coban Pelangi Buat Manula
Sampai juga ke Coban Pelangi di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (30/11/2025). Dulu kalau liputan di Kabupaten Malang hanya melewati saja. Tapi kini sudah terpenuhi kesana dengan kondisi yang sangat baik. Menurut saya, trek ke coban ini aman buat manula seperti saya, hehehe. Sebelum kesana, saya pelajari dulu trek itu di medsos. Karena tidak ekstrem banget, saya jadi tergoda.
Saya sudah mengajak anak-anak. Tapi mereka tidak mau karena jalannya jauh. Sedang saya butuh olahraga dengan jalan kaki sambil wisata. Akhirnya diantarkan Paksu karena ia juga butuh olga. "Ya wis. Badanku juga capai belum olga," kata Paksu. Berangkat berdua dengan naik mobil sambil melihat peta. Sebenarnya saya hafal. Tapi khawatir ada melengnya. Tapi setelah melewati jalan itu kemarin, saya tidak lupa. Saya pernah lewat saat liputan dulu di Kabupaten Malang.
Trek saat ke Coban Pelangi memang turun. Tapi jalannya sudah enak. Memang ada lumut. Jadi harus hati-hati melangkah saat berjalan. Treking agak naik saat mendekati coban. Nah, saat kembali, jalanan naik. Ini juga "menggoda" kaki lelah. Untung kesana sama Paksu. Jadi santai saja. Kalau kecapekan pas naik, ya berhenti sebentar. Pendorong semangat menyelesaikan perjalanan ini adalah agar sampai segera ke lokasi parkiran mobil agar bisa pulang.
Saat kami datang kesana pada pagi hari, memang terkesan sepi. Tapi ternyata pengunjung sudah banyak. Untuk biaya kesana, buat parkir mobil dan tiket masuk, saya membayar Rp 40 ribu buat dua oŕang. Kami sempat makan di warung Bu Ijah buat sarapan. Kami beli nasi goreng dan teh hangat. Enak sekali. Saya puji nasi goreng Bu Ijah. "Nasi gorengnya enak, Bu," kata saya pada Bu Ijah. Ia senang. "Nasi gorengnya paduan gaya Surabaya dan Semarang. Saya tidak pakai saus," jawab dia.
Nasi gorengnya memakai bumbu ulekan. Bukan instans. Setelah selesai makan, kami jalan lagi ke arah pintu pulang. Sebelum itu main ke taman dulu sambil melepas lelah. Total jarak PP sekitar 4,8 km dari pintu masuk atas Coban Pelangi ke cobannya. Air coban sangat deras sehingga cipratan airnya terasa seperti gerimis. Disana, saya juga berjumpa dengan rombongan wisatawan dari China. Wah, jalannya cepat banget. Saya saja diselip, wkwk.
Disana, ada trek buat pejalan kaki dan pesepeda motor. Jadi tidak saling bertemu. Tapi tujuannya sama. Sylvianita Widyawati
Komentar
Posting Komentar