Ke Coban Putri Batu, Lihat Canyonering

Jika ingin jalan-jalan ke coban, tapi tak perlu effort lebih, bisa datang ke Coban Putri di Kota Batufoto/sylvianita widyawati

Lokasinya berada di Desa Oro-Oro Ombo. Saya dan keluarga kesana dua pekan lalu setelah mencari info di medsos terkait medannya. Tapi bagi warga Batu, mungkin ke coban ini sambil olga jalan kaki baru terasa effortnya. Kami berangkat dari Malang dengan menggunakan mobil ke coban itu.

Tiketnya Rp 10 ribu per orang dan biaya parkir Rp 10 ribu untuk mobil. Dari parkiran mobil ternyata sangat dekat dengan coban. Tahu-tahun sampai aja, wkwkw. Senang sih karena cepat sampai. Saat itu suasana di coban sedang ramai dengan kegiatan outing melibatkan puluhan orang. Jadi kami sebagai pengunjung juga bingung mau kemana. Akhirnya nongkrong di taman depan coban sambil melihat conyonering.

Ini adalah kegiatan turun dari tebing yang dilewati air coban. Sekitar coban memang tebing. Proses turunnya memakai tali. Kami akhirnya melihat aksi itu. Kelihatan seru dan menantang. Apalagi peserta tidak langsung turun begitu saja. Tapi melakukan adegan yang "ngeri-ngeri sedap". Yaitu bergaya untuk difoto. Sampai anak kedua saya jadi tertarik pingin merasakan conyonering. Saya iyakan saja tapi tidak tahu apa bisa terjadi. Sebab hal itu membutuhkan keterampilan tinggi. 

Kami tidak lama di area Coban Putri karena sedang banyak kegiatan orang. Setidaknya sudah tahu bagaimana Coban Putri untuk menambah wawasan kami dengan coban-coban lain yang sudah kami kunjungi sebelumnya. Dimana tiap coban memiliki kekhasan kondisi masing-masing. Sehingga jadi tahu perbedaannya. Sejauh ini belum ada keinginan memgunjungi coban yang kondisi di lapangan berat. Misalkan harus susur sungai atau menyeberang sungai untuk ke coban. 

Maunya kita olahraga sekaligus rekreasi. Jadi buat have fun saja. Kalau mengunjungi yang menantang-menantang gitu, biar adik-adik yang gen z aja. Gen X seperti saya lebih fokus menikmati alam dan olganya. Itupun kalau jalannya jauh sudan njarem-njarem di kaki dan badan. Maklum balung tuwo, hehehe. Sylvianita Widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Perajin Kroso, Pahlawan Bagi Petani Kelengkeng