Langsung ke konten utama

Mbah Yami, CJH Tertua Kabupaten Malang 2012

Bersama Mbah Yami di rumahnya
Sudah lama saya ingin mencari profil calon haji tertua Kabupaten Malang 2012 ini. Akhirnya kesampaian juga pada Rabu (3/10/2012) lalu.

Bersama teman-teman, mendatangi Desa Jambesari, Kecamatan Poncukusumo, Kabupaten Malang.

Enaknya begini liputan di desa. Ketika kesulitan mendapatkan alamatnya, menyebut nama saja, warga desa sudah tahu. "Oh, MbahYam. Yang mau berangkat haji itu, ya.? tutur warga.

Mereka memberi arahan jalan menuju rumahnya. Akhirnya ketemu juga. Nampaknya tergolong orang mampu. Yami binti Yatemin adalah CJH tertua di Kabupaten Malang sesuai data di Kementrian Agama Kabupaten Malang. Di  KTP-nya, ibu empat anak yang telah menjanda sejak 19 tahun lalu itu ditulis kelahiran Malang,  12 Mei 1920.

Meski relatif sudah tua, namun tubuhnya masih terlihat sehat. Wajahnya juga masih segar. Ditemui di rumahnya yang besar dan bersih di Dusun Pabrikan, Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, wajahnya nampak sumringah. Menurut rencana, ia akan berangkat bersama CJH lainnya pada 11 Oktober nanti. "Ini saya masih belum banyak persiapan," kata Yami, nenek dari delapan cucu dan memiliki lima cicit ini, Rabu (3/10/2012).

Sejumlah barang kebutuhannya masih dimasukkan tas kresek plastik. Menurutnya, ia akan membawa barang-barang sesuai kebutuhan. Yang membuat agak tenang berangkat haji adalah ia ditemani anak kandungnya nomer tiga yaitu Supres dan menantunya, Nur Aida. Selain itu anak mantu, besannya, Kalimah dan Rai juga berangkat bersama.

Meski berangkat haji ramai-ramai, namun ia juga sudah mempersiapkan fisiknya. Terutama untuk berolahraga. "Sejak tiga bulan lalu, saya rutin olahraga jalan pagi," tuturnya. Biasanya dimulai sejak pukul 08.00 WIB di sekitar desanya. Kadang juga sore hari. Paling jauh rute jalan kakinya yaitu ke desa tetangganya yang sudah masuk wilayah Kecamatan Wajak.

Ia bersyukur, meski sudah berusia lanjut, namun tidak memiliki penyakit bawaan."Paling kadang-kadang linu saja di kaki," jawabnya. Ia hanya bisa didoakan agar ibadah hajinya lancar. Bekal lainnya adalah aktif mengikuti kegiatan manasik haji. Menurut Mbah Yum, panggilan akrabnya, niat berhaji sudah lama diinginkan.

Namun baru direalisasikan sejak tiga tahun lalu dan akhirnya bisa berangkat pada tahun ini. "Uang untuk berangkat haji saya kumpulkan perlahan-lahan dari hasil pertanian," urai penggemar sayuran ini. Terpisah, Abdurrachman, Kasi Pelayanan Haji dan Umroh menambahkan dengan makin dekatnya masa pemberangkatan, CJH diharapkan menjaga kondisi tubuhnya.

Apalagi suhu di Mekkah nanti sekitar 39 derajat celcius. "Tapi nanti di asrama haji, CJH akan mendapatkan masker," tutur Abdurrachman. Menurutnya, CJH Kabupaten Malang akan diberangkatkan pada tiga tahap.

Pada 11 Oktober nanti, ada 1.780 CJH diberangkatkan dari Stadion Kanjuruhan Kepanjen dan Lawang. Ini merupakan CJH dari kloter 54, 55, 56 dan 57. Tahap berikutnya, yaitu kloter 58, ada 30 CJH yang diberangkatkan dari kantor Kementrian Agama Kabupaten Malang. Selanjutnya pada 18 Oktober, ada 127 CJH yang diberangkatkan dari Gondanglegi. Sehingga total CJH Kabupaten Malang ada 1.937 orang.

"Hari ini, Rabu (3/10/2012), staf Kemenag Kabupaten Malang sedang mengambil surat perintah masuk asrama (SPMA) ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya," ujarnya. SPMA akan segera didistribusikan ke KBIH untuk disampaikan ke CJH. Sehingga maksimal, besok SPMA itu sudah bisa diterima oleh CJH. Sylvianita widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini