Langsung ke konten utama

Pola Hidup Sehat Melawan Penyakit Degeratif

Dr Sophiati Sucahyani dari Dinkes Provinsi Jawa Timur

MALANG-Penyakit tidak menular yang sedang diperangi saat ini adalah penyakit degeratif. Penyakit ini timbul akibat gaya hidup tidak sehat karena sering mengonsumsi junk food dan makanan cepat saji. "Sehingga timbul penyakit hipertensi, stroke, gagal ginjal, jantung, diabetes dan tumor," jelas dr Sophiati Sucahyani, Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jawa Timur, Kamis (1/11/2012).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil riset kesehatan daerah (riskesda) 2007, penyakit degenaratif itu yang banyak menyerang warga Kabupaten Malang. "Dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur, angkanya penyakit degeratif di Kabupaten Malang tinggi bahkan melebihi angka rata-rata Jawa Timur," ujar wanita berjilbab ini ketika bertemu di Pemkab Malang. Menurutnya, survei riskesda dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Tahun ini ada lagi survei riskesda. Saya khawatir angkanya makin tinggi di Kabupaten Malang," tutur PNS yang pernah bertugas di RS Paru Kota Batu ini. Ia mencontohkan hasil riskesda 2007 terhadap penyakit stroke di Kabupaten Malang mencapai 1,1 persen. Sedang rata-rata Jawa Timur hanya mencapai 0,8 persen. Sedang hipertensi mencapai 3!4 persen, namun angka rata-rata Jatim sebanyak 30 persen. Sedang penyakit jantung di Kabupaten Malang mencapai 2,1 persen dan rata-rata Jatim sebesar 1,8 persen. Kemudian penyakit tumor sebanyak 2,1 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding angka Jatim sebanyak 1,8 persen. Sedang penyakit diabetes melitus mencapai 2,3 persen dan angka rata-rata Jatim sebanyak 1,8 persen.

Sementara tingkat konsumsi makan sayur mencapai 90,7 persen. "Harusnya mencapai 100 persen. Sedang aktifitas fisik hanya mencapai 16,8 persen, harusnya 100 persen," katanya. Sehingga ia menyarankan ke masyarakat selain mengikuti pola hidup sehat juga rajin olahraga.
"Sebab kalau sudah sakit, pemerintah pun tidak sanggup membayari terus. Apalagi masyarakat sendiri," katanya.  Mujiono, Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang menyatakan penyakit jantung menjadi ancaman bagi semua orang jika tidak menjaga pola hidupnya.

"Anak-anaknya pun bisa terkena. Sebab anak SD sekarang sudah mengenal rokok, malas olahraga dan doyan makanan siap saji," kata Muji. Sehingga pihaknya kini juga melirik remaja untuk diajari hidup sehat dengan diajak senam jantung sehat yaitu hip heart. "Senamnya  banyak gerak," tuturnya. Dengan menggaet remaja, diharapkan pola hidup sehat bisa disebarkan mereka ke temannya yang lain. Sebab jika sudah terkena penyakit jantung, biaya pengobatannya cukup besar. Sylvianita widyawati
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini