Atap Jebol Dibawa Angin, Was-Was Hujan

Kondisi di SDN Sumbesuko 4 Wagir, Kabupaten Malang
Angin kencang pada Rabu (25/1) sore juga menerbangkan asbes gelombang pada empat lokal ruangan di SDN Sumbersuko 4, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Namun pihak sekolah tetap mempergunakan kelas-kelas itu untuk kegiatan belajar mengajar. “Sebab asbes dalam kelas masih utuh. Tapi saya juga sudah was-was ini karena saat ini kan musim hujan. Kebetulan saja setelah kejadian itu tidak ada hujan,” ujar Setu, Kepala SDN Sumbersuko 4, Wagir, Jumat (27/1). Katanya, kalau hujan datang, ia memastikan asbes-asbes itu akan runtuh karena air hujan langsung mengenainya.
Antisipasinya nanti jika asbes rusak karena hujan, maka pihaknya akan memindahkan ke lokal kelas di baratnya yang selama ini untuk kelas 1, 2 dan 3. Padahal untuk lokal kelas 3 saat ini juga dalam kondisi rusak karena terkena puting beliung pada tahun lalu namun belum ada perbaikan. ”Sebab kami juga tidak punya lokal kelas lainnya. Sebenarnya, tiga lokal yang asbes gelombangnya terbawa angin itu merupakan kelas yang kondisinya bagus. Ternyata ada bencana ini,” jelas Setu. Katanya, sebagai sekolah terpencil, ia sangat prihatin dengan kondisi sekolahnya karena kurang mendapat perhatian
”Pagar sekolah saja tidak ada,” kata pria yang menjadi kasek sejak tahun lalu. SDN ini merupakan eks SD inpres sehingga masih menggunakan asbes gelombang pada atap sekolahnya. Jumlah siswa di SDN Sumbersuko 4 hanya 78 orang mulai kelas 1 hingga 6. Menurut Setu, tiga lokal kelas lainnya (kelas 1-3)  pada tahun lalu di sekolahnya sudah mau dapat DAK pendidikan, tapi ternyata kemudian dibatalkan. Waktu itu ia sudah senang karena ada lokal kelas yang rusak `tapnya karena dampak puting beliung.
”Apa mungkin karena siswanya sedikit, ya, sehingga dialihkan ke yang lain. Saya juga tidak tahu,” urainya. Katanya, sebagai kasek, ia hanya ingin sekolah ia pimpin layak sebagai sekolah sehingga anak-anak didiknya juga nyaman. Karena dari DAK ia nampaknya pesimistis, ia berusaha mencari jalan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat. Sekolah-sekolah yang mendapat anggaran rehab dari pemerintah pusat biasanya berasal dari APBN-P yang nilainya bisa mencapai Rp 91 juta/kelas yang bisa diswakelola sekolah. Sedang dari DAK per lokal kelas mendapat Rp 72 juta.
Dapat Bantuan
Kerusakan atap sekolah yang rusak menimpa SDN Sumbersuko 4, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang karena angin kencang pada Rabu (25/1) sore lalu mendapat perhatian dari perbankan. Kini pihak sekolah sudah tidak was-was lagi jika turun hujan karena tiga lokal kelas yang atapnya diterbangkan angin telah diperbaiki dengan adanya bantuan seng gelombang itu. ”Kami mendapat bantuan seng gelombang sebanyak 85 lembar,” cerita Setu, Kepala SDN Sumbersuko 4, Senin (6/2).  Katanya, perbaikan sudah dilakukan sejak Sabtu (4/2) lalu.Kedatangan seng gelombang yang baru itu untuk mengganti seng gelombang yang rusak dan ada yang hilang karena angin kencang. Dengan kondisi sekarang,  ia berharap siswanya bisa belajar nyaman. Sementara kondisi plafon kelas masih bagus. Setu yang baru setahun menjadi kepala SDN Sumbersuko 4 Wagir menuturkan pada Rabu (1/2), Bupati Malang Rendra Kresna sebelum menuju acara pembentukan Forum CSR di komplek pabrik Greenfield di Kecamatan Ngajum sempat mampir ke sekolahnya untuk melihat kondisi sekolahnya.
Menurutnya, sekolahnya yang dibangun pada tahun 1980-an itu memang belum pernah mendapat perbaikan. Ternyata usai acara pembentukan Forum CSR itu, tambah Setu, ada perwakilan dari Bank Jatim dan BI yang ke sekolahnya juga untuk melihat kondisinya. Ia diminta untuk memperkirakan jumlah kebutuhan perbaikan atap sekolahnya. Sehingga kemudian dikirimlah 85 lembar seng gelombang untuk sekolahnya dan dimulai perbaikan pada Sabtu. Ia mengaku sangat surprise dengan bantuan yang cepat didapatnya. Ternyata harapannya mendapatkan kelas yang relatif layak untuk anak didiknya yang menimba ilmu di sekolah terpencil bisa didapatkannya. ”Kalau seng gelombangnya nanti masih mencukupi, gedung baratnya, terutama untuk kelas 3 yang rusak karena kondisinya yang lapuk dan terkena dampak puting beliung sejak setahun lalu juga akan diperbaiki,” kata Setu.  Jumlah siswa di SDN itu sebanyak 78 orang.  vie




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini