Seriusi Temuan, Dindik Panggil Rekanan


Ditemukannya dua kelas rehabilitasi dengan menggunakan anggaran DAK pendidikan yang masih menggunakan tegel lama warna hitam kusam di SDN Sonowangi 01, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang memprihatinkan Komisi D DPRD Kabupaten Malang. Sugeng Pujianto, Ketua Komisi D mendesak agar rekanan menggantinya dengan keramik. Sementara Dindik Kabupaten Malang menyeriusi temuan Komisi D dari hasil sidak itu dengan memanggil rekanan (CV) dan konsultan yang mengerjakan sekolah itu, Kamis (9/2).
Namun karena rekanan masih berada di Banyuwangi, mereka tidak bisa datang pada Kamis. ”Iya, kami memang diminta datang ke Dindik hari ini (Kamis). Tapi karena masih di luar kota karena urusannya sangat penting sekali, kami tidak bisa datang,” ujar Suwoko, rekanan yang mengerjakan rehab DAK di SDN Sonowangi 01 Ampelgading. Kata Suwoko, kalau acaranya sudah selesai, ia siap ke Dindik dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
”Tidak ada masalah dengan pemanggilan itu karena semua sudah sesuai perhitungan CCO (pekerjaan tambah kurang). Yang di CCO-kan banyak. Saya juga sudah agak lupa karena itu sudah lama,” urai Suwoko ketika dihubungi lewat ponselnya. Menurutnya, ruangan kelas itu ada keramiknya, tapi hanya sebanyak 30 persen. Karena itu, setelah dikonsultasikan ke sekolah, maka anggaran untuk pemasangan keramik dialihkan ke penguatan gedung kelas berupa pengecoran. Katanya, saat dilakukan pekerjaan menaikkan tembok untuk atap satu meter, ternyata ditemukan kolom besinya sudah patah. Sehingga dilakukan penguatan/pengecoran.
Namun untuk teras kelas yang dikeramik putih memang sudah direncanakan ada, bukan karena desakan sekolah karena sebelumnya masih menggunakan tegel lama. Dengan kondisi itu, dua kelas di SDN Sonowangi 01 itu sendiri sudah dipinjam pakai oleh sekolah ke rekanan untuk ditempati kelas 5 dan 6. Namun belum secara resmi diserahkan ke PPK (pejabat pembuat komitmen) DAK/Dindik Kabupaten Malang. Pembangunan dua ruang kelas itu dimulai pada November dan selesai pada 18 Desember 20111. Sedang Sugeng Pujianto menambahkan perlunya sinkronisasi terkait fisik gedung DAK.
”Kami minta konsultan pengawas, perencana agar sinkron. Karena yang kami lihat, ada gedung yang diberi dinding keramik, ada yang diberi tiang penyangga untuk teras. Tapi ada juga yang tidak. Saat ini, satu sama lainnya tidak sama,” ujar Sugeng.  Hal itu bisa terlihat ketika dewan dan dindik sidak ke SDN-SDN, ketika ditemukan ada sekolah yang tidak ada keramik pada dinding teras sekolah, rekanan diminta memasangnya oleh Dindik. Setelah diminta itu, baru ada pemasangan keramik. vie       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini