Erwin, Pelukis HP Android Raup Rp 4 Juta Per Bulan

Saya mengenal Erwin Saputra (22), mahasiswa seni rupa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) bermula dari chatting di WA. Ia mendaatkan no HP saya dari kakak kelasnya. Akhirnya kita bertemu di kantor Harian Surya di Malang. Saya melihatnya sebagai anak muda yang bersemangat. 

Ia menuturkan mengenai kemampuannya membuat lukisan dengan memanfaatkan aplikasi yang ada di HP Androidnya. Hasilnya, ia  meraup Rp 4 juta per bulan. Hasilnya nggak kalah dengan gaji saya sebulan, he..he. Order membuat lukisan didapat dari media sosial instagram. Ia rajin mengunggah hasilnya. Sehingga ia dapat pemesanan sampai luar negeri. Seperti Amerika Serikat, Abu Dhabi, Malaysia dan Thailand. 

Erwin dengan karyanya ketika berkunjung ke Harian Surya di Malang
"Awalnya pada 2015, ada mata kuliah seni gambar. Saya gak sabaran mengerjakan itu karena modelnya berpola. Akhirnya saya mencoba lewat HP," kata Erwin kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (18/2/2016).

Dari ketidaksengajaan itu, ia malah dapat memanfaatkan HP androidnya untuk berkarya. Lukisan pertama yang dibuatnya adalah membuat lukisan mantan Presiden SBY dan istrinya, Ani Yudhoyono. Ia kemudian menayangkan ke instagram dan mention IG instagram istri SBY.

"Ternyata direspons. Hasilnya saya dalam like banyak sekali," cerita alumnus SMAN 1 Ambulu, Kabupaten Jember itu. Ia kemudian menggambar Soekarno, Presiden RI pertama.

"Kok banyak diapresiasi dengan like. Saya jadi berpikir ada peluang untuk mencari uang dari itu," kata dia. Menurutnya, pancingan lewat medsos ada manfaatnya. Awalnya ia memberikan harga murah Rp 50.000. Dapat sambungan hangat. Harganya kemudian naik bertahap sampai Rp 150.000 sampai Rp 1 juta per karya. "Ternyata kualitas berbanding harga," tutur anak tunggal ini.

Ia melihat pasar karyanya menengah ke atas. Sehingga masalah harga tidak jadi masalah. "Lukisan ukuran 1 meter bisa mencapai Rp 1 juta," kata mahasiswa Bidik Misi sejak semester 3 ini. Untuk melukis, ia membutuhkan foto. Pemesan setelah mengirim foto dan uang kepadanya, ia baru mengerjakannya. "Jika free, saya bisa mengerjakan sampai empat karya," tutur dia. Semua dikerjakan dengan senang hati.

"Nggak ada waktu khusus melukis di HP," jawab Erwin, pemilik IG @erwinsaputra_art ini. Tak hanya jadi lukisan, karyanya juga bisa diaplikasikan di kaos dan chassing HP. "Saya pernah kerjasama dengan distro di Bali, Kalimantan dan Jember," terangnya.

Berkat rajin mempublikasikan karyanya di instagram, ia pernah tampil di acara Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbusier pada Desember 2015 lalu. "Saya waktu itu mengajak ibu saya. Saya dapat tiket pesawat. Untuk pertama kalinya ibu saya naik pesawat," tuturnya. Menurut Erwin, karena kondisi ibunya, ia ingin selalu berusaha dan membuat terobosan-terobosan atas pilihannya.

"Ibu saya di Ambulu pembuat tahu dan memasarkan sendiri," jelas mahasiswa semester 8 ini. Ibunya single parent karena berpisah dengan ayahnya. Ketika berhasil masuk di prodi seni rupa UB, ortunya kesulitan biaya.
"Waktu itu untuk uang masuk harus membayar Rp 6 juta. Namun orangtua hanya bisa mengumpulkan uang Rp 2 juta," katanya. Sehingga sisanya harus diangsur.

Untuk biaya hidupnya di Malang, ia sempat berjualan teh di kampus. "Waktu itu ada kantin kejujuran," kenangnya. Namun tidak ada hasilnya.Kemudian ia menggunakan kemampuan seni rupanya membuat potret Harry Potter dan diupload di instagram. Temannya ada yang pesan. "Saya mengerjakan selama lima jam untuk potretnya hanya mendapat Rp 14.000, " kenangnya.

Awalnya senang karena dapat uang sebagai pengganti jualan minuman teh yang selalu rugi. Agar dapat hasil, ia mulai berani mematok harga. "Tapi kemudian bosen. Namun kemudian mendapatkan ini," terangnya. Dari hasil yang diperolehnya, ia bisa memberikan ke ibunya dan menabung. "Saya masih ingin melanjutkan pendidikan S2 hingga S3 senirupa. Saya ingin jadi dosen," kata dia.

Bakat melukisnya tetap ia manfaatkan karena mendapatkan hasil lumayan. Sekarang ia memperbanyak jaringan agar karya-karyanya makin dikenal. "Semua demi ibu. Dia yang membuat saya berani bermimpi," kata Erwin yang kerap mengikuti lomba ini. Sylvianita widyawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini