Nonton Aksi Drum Band SDN Lesanpuro 1 Malang

Rabu (30/3/2016), saya menukar jatah off duty menemani Jasmine. Biasanya saya libur hari Sabtu. Anak kedua saya ingin saya ada saat sekolahnya mengikuti lomba drum band antar SD. Karena ia sudah berlatih lama bersama teman-temannya di SDN Lesanpuro I Malang, saya mengiyakan untuk off.
"Masak anaknya lomba, orangtuanya tidak ada," tutur Jasmine. Duh..omongannya bikin saya baper. Karena harus datang di sekolah pukul 09.00 WIB, maka sejak pagi saya sudah ngebut menyelesaikan pekerjaan domestik. Pertama, saya antar dulu anak bungsu saya, Rahma ke sekolah.

Dari rumah ke sekolahmya sekitar lima menit. Kami berjalan kaki. Saya menikmati kegiatan mengantar sekolah dengan si bungsu. Biasanya sambil bergandengan tangan, ada saja yang kami obrolkan sampai menuju pagar sekolahnya.
Gladi bersih dulu di SDN Lesanpuro 1 Kota Malang
Kebanyakan membahas yang kita lihat saat kita berjalan. Kadang membicarakan pohon petai, ha..ha. Di lapangan dekat Balai RW, ada dua pohon petai.

Sejatinya saya kurang memperhatikan pohon itu. Tapi ketika pohonnya banyak berbuah, saya baru ngeh ada tanaman pohon petai di dekat rumah. Entah siapa yang menanam. Saat ini, kedua pohon itu sedang berbuah. Kadang kita juga membahas temannya.

Atau membicarkaan apa yang harus saya masak hari itu ketika melihat penjual sayur lewat. Begitu sampai di gerbang sekolah, kami berpisah. Rahma melambaikan tangannya. Saya juga begitu. Saya kembali berjalan ke arah pasar  setelah melihat Rahma masuk kelasnya.

Setelah dari pasar, saya kembali ke rumah. Jasmine sudah mandi dan saya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Menurut saya, pekerjaan domestik itu tidak pernah habis. Apalagi kalau saya sudah libur. Ada saja yang ingin saya kerjakan. By the way, Saya kemudian merias Jasmine karena harus ikut lomba.

Baju drum band sewaan sudah dipakainya. Saya merias tidak menor. Cukup bedak dan lipstik. Setelah itu saya mandi. Setelah beres semua, kami berjalan ke sekolahnya. Sekolah Jasmine dan Rahma sama. Ketiga anak saya bersekolah di tempat yang sama di SD. Selain dekat rumah juga agar saat pengambilan raport tidak merepotkan.

Saat berlaga di arena lomba drum band di Velodrome Sawojajar
Sampai sekolah, teman-teman Jasmine sudah berkumpul semua. Ada beberapa pembawa bendera yang belum datang. Namun pelatihnya sudah mempersiapkan semacam gladi resik.

Setelah itu, mereka berangkat ke lokasi lomba di Velodrom Malang. Saya berangkat dengan seorang wali murid lainnya.
Lomba drum band yang diikuti beberapa SD di Malang baru dimulai sekitar 12.30 WIB. Waktu menunggu sekitar 1,5 jam. Lumayan buat istirahat.

Teman-teman Jasmine ada yang ngobrol, beli camilan dll. Mereka semua dikawal oleh orangtua. Ya pantas saja anak saya ingin saya ada di sekitarnya karena semua bersama orangtua mereka. Waktu menunggu tampil, Jasmine dan saya sudah merasa lelah. "Duh, aku sudah ngantuk, Bu," keluh Jasmine. Sama, jawabku. Kaki saya rasanya 'njarem' saking capeknya wira wiri.

Sekitar pukul 12.00 WIB, dilakukan persiapan. Sekolah Jasmine mendapat giliran nomer enam. Karena anak saya sudah di barisan kelompoknya, saya memilih nonton penampilan SD-SD lain. Menurut saya bagus tampilan mereka bagus, meski saya kurang begitu paham penilaian di kompetisi drum band.

Setidaknya sebagai orangtua, saya melihat kegiatan itu bisa membuat anak percaya diri meski tampil dalama formasi tim. Kemampuan musiknya juga terarah. Saya sempat terpesona dengan tampilan drum band sebuah SDN. Mereka menyajikan lagu Burung Camar. Lagu itu dipopulerkan oleh penyanyi Vina Panduwinata. Mendengar intro lagunya, saya sudah bisa menembak judulnya.

Lagunya enak saat ditampilkan di komposisi drum band. Namun mungkin banyak yang tidak tahu. Karena itu lagu lama. Biasanya komposisi lagu di drum band seperti lagu dangdut, lagu pop populer seperti milik grup Wali atau lagu daerah. Karena terkesan, saya rekam. Wah..kelihatan banget saya ada di era lagu Burung Camar, ha..ha.

Itu lagunya booming banget saat itu. Saya ingat ayah membeli kaset Vina. Cover kasetnya termasuk berani saat itu namun keren. Lagu-lagunya easy listening. Suatu hari yang laluuuuuu sekali, saya juga sempat wawancara dengan Vina. Saya menyatakan menyukai lagu-lagunya dari koleksi ayah saya. sylvianita widyawati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini