Air Sungai Difilter Jadi Air Bersih



Warga dua desa di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang yaitu Desa Pandanmulyo dan Ngawonggo sebanyak 1.700 jiwa mendapatkan akses air bersih dari kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dari Monsanto Indonesia, perusahaan di bidang pertanian  dan Habitat for Humanity. Kegiatan itu diresmikan oleh istri Gubernur Jawa Timur, Ny Nina Soekarwo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provisi Jawa Timur didampingi Ny Jajuk Rendra Kresna, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Selasa (27/9).
Program yang dilaksanakan sejak Juli 2010 itu telah selesai pada Juni 2011 berupa pemasangan satu pompa sistem hidran, dua unit penampungan utana dan enam penampungan kecil, pemasangan pipa sebanyak 452 meter untuk mengalirkan air bersih dari sumber ke rumah penduduk. Selain itu juga pembangunan satu tempat pemandian dan cuci umum, pembangunan toilet dan pemasangan dua unit percontohan biogas. Keseluruhan program menelan anggaran 66,667 dolar AS.
Menikmati air sungai yang sudah difilter. Sueeger..
“Dengan adanya pembangunan fasilitas air bersih, diharapkan kesadaran penduduk akan pola hidup sehat makin meningkat,” jelas James Tumbuan, Direktur Habitat For Humanity. Kegiatan di dua desa itu melibatkan 400 warga. Ny Nina Soekarwo melihat, langkah yang dilakukan oleh perusahaan itu sudah tepat. “Apalagi sekarang akses mendapatkan air bersih sulit didapat. Saya berharap, program CSR-nya bisa tetap dilakukan di Jawa Timur, terutama di bidang penyehatan lingkungan dan penyediaan akses air bersih sehingga terjadi peningkatan hidup sehat
“Di Jawa Timur masih banyak yang memerlukan. Sebab tidak semua kabupaten ada perusahaan besar untuk membagikan CSR pada sekitarnya,” kata Bude, panggilan akrab Nina Soekarwo. Menurut wanita berjilbab ini, karena kondisi kurang air bersih, untuk data nasional saja setidaknya ada 13 juta terkena diare setiap tahunnya, penyakit cacingan dan pemiskinan penduduk karena warga harus membeli air bersih sehingga pengeluaran keluarga meningkat. “Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan air bersih bahwa lebih mahal jika berlangganan air seperti dari PDAM,” ujar Nina.
Dalam kesempatan itu, Nina melihat kolam pemandian yang dilengkapi dua toilet. Air di pemandian itu berasal dari air sungai dekat kolam tersebut yang telah difilter sebanyak empat kali setelah melewati empat tahap penyaringan dengan batu koral dan pasir “Dulu itu blumbang biasa dan sering dipakai warga untuk mandi dan mencuci,” tutur Supain, Ketua RT 12/RW 3. Dengan adanya itu, warga juga diuntungkan karena biasanya saat musim kemarau, sumur warga debitnya berkurang. Warga akhirnya harus ke Sungai Manten yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah mereka.
Ny Jajuk Rendra Kresna berpesan agar tempat itu dikelola dengan baik, misalkan ada iuran yang bisa untuk menjaga kebersihan lokasi tersebut. Begitu usai diresmikan, anak-anak langsung menikmati kesegaran pemandian itu. “Bersih lho airnya. Tidak berbau,” kata Ny Nina sambil mengambil sedikit air dari tangannya dan dibaui. vie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejabat Pemkab Malang Terlibat Pembunuhan Janda (1)

Ke Makam Troloyo Mojokerto

Meraup Untung Dari Si Mini