Rabu, 07 Maret 2012

TKI ke Malaysia Bebas Biaya


Gubernur Jawa Timur, Soekarwo telah membuat surat pemberitahuan bahwa jasa pengiriman TKI ke Malaysia sudah tidak ada biaya lagi. Sehingga kebutuhan biaya administrasi, transportasi dll harus ditanggung oleh calon majikan. Selama ini, biaya itu dikeluarkan oleh calon TKI. Sehingga mereka harus mendapat potongan dari gaji yang diterimanya. Namun biaya yang bersifat normatif masih ada untuk pergi bekerja ke luar negeri.
”Saya sudah meminta kepada Disnakertrans Kabupaten Malang untuk segera menyosialisasikan ini ke PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta),” jelas Rendra Kresna, Bupati Malang, Jumat (2/3). Katanya, adanya pengumuman itu menjadi kabar gembira bagi calon TKI yang ingin bekerja di Malaysia. Sebab biasanya dengan adanya biaya-biaya yang harus ditanggung oleh calon TKI, kompensasinya, mereka tidak menerima gaji selama beberapa bulan. ”Padahal kalau bekerja kan harus mendapat gaji,” kata Rendra.
Namun sayangnya, hal itu masih berlaku untuk calon TKI yang ingin bekerja di Malaysia. Belum sampai untuk calon TKI yang akan ke Hongkong. ”Sebab calon TKI dari Kabupaten Malang banyak yang bekerja di Hongkong,” katanya. Agar itu bisa terlaksana, maka yang harus banyak bertindak dalam hal pengawasan agat tidak terjadi pengeluaran-pengeluaran biaya lagi untuk calon TKI, yang aktif harus PPTKIS-nya. Sedang Djaka Ritamtama, Kadisnakertrans Kabupaten Malang mengatakan pihaknya akan segera menyosialisasikan surat pemberitahuan dari Gubernur Jawa Timur No 060/2135/031/2012 tertanggal 7 Februari 2012 yang ditujukan untuk bupati dan walikota seluruh Jawa Timur itu. Kesepakatan tanpa ada biaya lain-lain itu merupakan kesepakatan antara IEMSA, agen TKI di Malaysia dengan Apjati (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Jawa Timur) yang berlaku untuk pekerjaan house maid.
Katanya, harusnya hal itu sudah diberlakukan pada awal tahun ini. Namun surat resmi dari gubernur baru diterima pada 10 Februari lalu. Sehingga ia memperkirakan pada minggu kedua Maret ini akan segera mengirimkan surat kepada PPTKIS. Selain itu juga kepada para calon TKI bahwa untuk ke Malaysia gratis. TKI dari Jawa Timur untuk pekerjaan informal, tujuan utamanya selalu bekerja di Hongkong, kemudian ke Taiwan dan Singapura. ”Kalau calon TKI asal Kabupaten Malang yang ke Malaysia tidak terlalu banyak. Mereka lebih senang ke kawasan Asia Pasifik lainnya seperti ke Hongkong,” ujar Rendra. vie





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar